Breaking News:

Wakil Wali Kota Bekasi: Penanganan Masalah Limbah Kali Bekasi Harus Menyeluruh

Pencemaran limbah di Kali Bekasi terjadi secara rutin tiap tahun, tanda-tanda pencemaran mulai terlihat ketika memasuki musim panas

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Kondisi Kali Bekasi di Bendungan Bekasi Jalan Mayor M. Hasibuan, Bekasi Timur dipenuhi busa dan bau tidak sedap, Rabu, (24/6/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Masalah pencemaran limbah di Kali Bekasi terus berulang setiap tahun, Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyebutkan penanganan harus secara menyeluruh.

"Jadi kali Bekasi penanganannyaa harus secara keseluruhan, secara holistik. Di mana kewenangannya itu ada di Kementerian LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan)," kata Tri di kantornya, Kamis, (25/6/2020).

Pencemaran limbah di Kali Bekasi terjadi secara rutin tiap tahun, tanda-tanda pencemaran mulai terlihat ketika memasuki musim panas.

Debit air kali yang berkurang sehingga volume limbah lebih mendominasi, bau tidak sedap dan muncul buih putih merupakan pemandangan yang kerap terjadi.

"Nah itu (pencemaran) kan terjadi sebelum masuk Kota Bekasi, di Cerug Parigi (aliran Sungai Cileungsi). Jadi memang ada asumsi harus secara integrasi antara kabupaten, Kota Depok, dan Kabupaten Bogor," ungkap Tri.

Sebelumnya diberitakan, pencemaran limbah di aliran Kali Bekasi kembali terjadi, permukaan air dipenuhi busa berwarna putih dan bau tidak sedap tercium di sekitaran Bendungan Bekasi, Rabu, (24/6/2020).

Pantauan TribunJakarta.com, kondisi aliran Kali Bekasi pada sore sekira pukul 16.50 WIB masih tampak buih putih dan aroma tidak sedap tercium hingga kejalan.

Kali Bekasi Berbau Kentut dan Muncul Busa Akibat Tercemar Limbah

Aliran Air Kali Baru Bekasi Diduga Tercemer Limbah, Ratusan Ikan Mati

KPAD Lakukan Pendampingan Kasus Dugaan Pencabulan Bocah 6 Tahun di Bekasi

Buih putih terlihat di bagian aliran kali selepas Bendungan Bekasi di Jalan Mayor M. Hasibuan, Bekasi Timur.

Air yang keluar dari bendung menimbulkan turbulensi hingga tercipta buih-buih putih yang memenuhi permukaan kali.

Warga sekitar bernama Tatang (43) menyebutkan, kondisi kali Bekasi penuh busa dan bau tidak sedap terjadi sejak kemarin.

"Airnya bau kentut dari kemarin, biasanya enggak kaya gini, gara-gara udah banyak limbahnya," kata Tatang.

Tatang merupakan warga yang kerap mencari ikan di sekitaran Kali Bekasi tepatnya di Bendungan Bekasi.

"Biasanya banyak yang mancing di sini, tapi karena airnya lagi begini jadi enggak yang kesini sepi, ikannya juga enggak ada," terangnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved