Breaking News:

Rancangan Peraturan Daerah, Wali Kota Tangerang Sebut Punya Fasilitas Penitipan Hewan Sapi

Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengikuti rapat paripurna pemaparan pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Tangerang.

TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengikuti Rapat Paripurna Penyampaian Jawaban Walikota Atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kota Tangerang terhadap 3 (tiga) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Tangerang, Kamis (25/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengikuti rapat paripurna pemaparan pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Tangerang.

Sidang Paripurna yang dipimpin ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo dihadiri juga oleh Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin dan Sekda Kota Tangerang Herman Suwarman.

Arief menjelaskan ada 3 Raperda yang diajukan antara lain, soal Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2019.

Kemudian, Perubahan Ketiga Atas Perda No. 16 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum serta Raperda tentang Ketahanan Pangan dan Gizi.

Anggota TNI Tewas di Hotel Mercure Batavia, Pelaku Oknum TNI hingga Teka-teki Motif Di baliknya

"Pemkot Tangerang telah memiliki fasilitas penitipan hewan sapi sebelum dilakukan pemotongan," ungkap Arief dalam keterangannya, Jumat (26/6/2020).

Selanjutnya, jawaban Arief terkait Raperda tentang Ketahanan Pangan dan Gizi.

Arief menyampaikan dengan memperdayakan para Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan sehingga mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.

"Pemkot berusaha meningkatkan produktivitas pertanian dengan mengoptimalisasikan pemanfaatan lahan pekarangan untuk pemenuhan gizi," ujarnya.

Buron 1,5 Bulan, Pembacok Anggota Polisi di Tambora Pasrah Ditangkap

Selain itu, demi menjaga stabilitas harga bahan pokok dan pangan, Arief juga mengatakan terus melakukan pemantauan harga pangan ke pasar-pasar tradisional dan mengadakan gelar pangan murah.

"Dengan menggunakan sistim pendataan di 13 pasar tradisional yang dilakukan tiga hari dalam seminggu," pungkasnya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved