Virus Corona di Indonesia

Pasar Tradisional Klaster Baru Penyebaraan Covid-19, PDIP: Lemahnya Pengawasan Protokol Kesehatan

Sebagai pengelola pasar tradisional, Gembong berpendapat, Perumda Pasar Jaya seharusnya bisa memperketat pengawasan di pasar

Freepik
ilustrasi virus corona 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ratusan pedagang yang biasa melapak di puluhan pasar tradisional di DKI Jakarta dilaporkan terpapar Covid-19.

Pasar tradisional kini seolah menjadi klaster atau lokasi baru penyebaran Covid-19 saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi ini.

Terkait hal itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengatakan, banyaknya pedagang pasar tradisional yang terpapar Covid-19 ini tak terlepas dari lemahnya Pemprov DKI dalam mengawasi protokol kesehatan di lokasi tersebut.

"Sebenarnya kan (banyak pedagang terpapar Covid-19) karena pengetatan terhadap protokol kesehatan yang sangat longgar di pasar tradisional," ucapnya, Sabtu (27/6/2020).

Sebagai pengelola pasar tradisional, Gembong berpendapat, Perumda Pasar Jaya seharusnya bisa memperketat pengawasan di pasar.

Selain itu, BUMD milik Pemprov DKI Jakarta ini juga seharusnya memperbayak fasilitas pencegahan Covid-19 di pasar, seperti tempat cuci tangan dan hand sanitizer bagi pengunjung dan pedagang.

"Kalau itu diterapkan, Insya Allah klaster di pasar tradisional enggak akan naik," ujarnya saat dikonfirmasi.

Perumda Pasar Jaya saat ini telah menerapkan sistem ganjil genap bagi para pedagang pasar tradisional selama PSBB masa transisi.

Regulasi ini diterapkan demi menghindari kerumunan di pasar sehingga pengunjung dan pembeli bisa tetap menjaga jarak atau physical distancing.

Halaman
1234
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved