Kekayaan CEO Facebook Hilang Rp 102,6 Triliun, Coca-cola dan Perusahaan Besar Tarik Iklan Dipicu Ini

Kekayaan CEO Facebook Mark Zuckerberg hilang 7,21 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 102,6 triliun (kurs Rp 14.240 per dollar AS).

Editor: Y Gustaman
TNW
Mark Zuckerberg 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kekayaan CEO Facebook Mark Zuckerberg hilang 7,21 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 102,6 triliun (kurs Rp 14.240 per dollar AS).

Musababnya, sejumlah perusahaan pengiklan terbesar memboikot iklan mereka pada platform Facebook. Inilah yang membuat saham raksasa media sosial tersebut anjlok.

Gara-gara ini, kekayaan pendiri Facebook tersebut tergerus.

Saham Facebook merosot lebih dari 8 persen pada penutupan perdagangan Jumat (26/6/2020) waktu setempat, sebagai dampak boikot iklan di media sosial itu.

Tapi, di balik itu terselip cerita kenapa perusahaan-perusahaan raksasa memutuskan menarik iklannya di Facebook.

Facebook Tetapkan Separuh Pegawai Bisa WFH Selamanya

Bargaining Facebook

Masih di hari yang sama, Facebook Inc akan mulai memberikan label terhadap konten yang layak diberitakan dan terhadap semua posting serta iklan tentang pemilu dengan tautan ke informasi resmi, termasuk dari politisi.

Hal itu dikatakan seorang juru bicara Facebook terkait kebijakan baru raksasa media sosial tersebut.

Ilustrasi media sosial email facebook twitter medsos
Ilustrasi media sosial email facebook twitter medsos (Net)

Itu berarti Facebook akan melampirkan tautan pada informasi pemungutan suara yang di posting Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bulan lalu tentang surat suara.

Saingan Facebook, Twiiter, telah lebih dahulu menempelkan label periksa fakta pada postingan tersebut.

Mengutip Reuters pada Sabtu (27/6/2020), kebijakan baru Facebook tersebut muncul setelah mendapat tekanan dari para pengiklan raksasanya. 

Lebih dari 90% pengiklan telah bergabung dalam kampanye #StopHateforProfit.

Mereka memboikot pemasangan iklan terhadap perusahaan yang membiarkan penyiaran informasi yang berisi kebencian dan informasi palsu.

Perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam hal ini antara lain seperti Honda Motor Co Ltd,  Ben & Jerry's Unilever, Verizon Communications Inc dan The North Face, sebuah unit VF Corp.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved