Antisipasi Virus Corona di DKI

Keluh Kesah Perajin Tempe di Tebet Selama Pandemi Covid-19: Bahan Baku Naik, Pendapatan Menurun

Sejumlah perajin tempe di Kelurahan Tebet Barat, Tebet, Jakarta Selatan, turut merasakan dampak dari pandemi Covid-19.

TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Salah satu perajin tempe di kawasan Tebet, Susanto (53), saat ditemui pada Minggu (28/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Sejumlah perajin tempe di Kelurahan Tebet Barat, Tebet, Jakarta Selatan, turut merasakan dampak dari pandemi Covid-19.

Bukan hanya takut tertular virus tersebut, tetapi juga kesulitan mengeruk untung.

Salah satunya adalah Susanto (53), pengrajin tempe yang bermukim di RT 16/RW 01, Kelurahan Tebet Barat.

Selama 18 tahun menjadi pengrajin tempe, Susanto mengaku baru kali ini ia merasakan kesulitan yang luar biasa.

Busa Tebal di Aliran Kanal Banjir Timur Duren Sawit Jakarta Timur Jadi Tontonan Warga

"Bahan baku naik dari Rp 7.000 ke Rp 9.000," kata Susanto di kediamannya yang hanya seluas 3x4 meter, Minggu (28/6/2020).

Selain meningkatnya harga bahan baku, penjualan tempe Susanto juga menurun drastis selama pandemi Covid-19.

Salah satu penyebabnya, jelas Susanto, banyak orang yang takut keluar rumah lantaran takut tertular virus Corona.

"Biasanya sehari bisa Rp 150-200 ribu. Sekarang paling mentok Rp 80 ribu," ujar dia.

Posisi Kaki Dul Jaelani saat Salat Diperdebatkan Netizen, Maia Estianty Jelaskan Ini: Mohon Maaf

Ia pun bersyukur ketika menerima bantuan berupa paket sembako dari Kepolisian RI dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-74.

Halaman
12
Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved