Liga 1 2020

Liga 1 dan Liga 2 Berlanjut, PT LIB Perintahkan Pemain Rutin Tes PCR dan Rapid Test

Selain itu, PT LIB turut mempertimbangkan saran dari pihak terkait, salah satunya dari Gugus Covid-19

Penulis: Wahyu Septiana | Editor: Erik Sinaga
Tribunnews.com
Logo PSSI 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi, berencana menerapkan aturan ketat ketika kompetisi Liga 1 dan Liga 2 bergulir.

Kompetisi sepak bola di Indonesia rencananya akan diputar kembali pada bulan Oktober 2020.

Saat ini, PSSI bersama PT LIB terus berkoordinasi menyusun jadwal pertandingan serta regulasi yang akan diterpakan pada saat pelaksanaan kompetisi.

Penyelenggeraan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 akan menerapkan prosedur dan protokol kesehatan ketat, seperti yang sudah dirumuskan PSSI sebelumnya.

Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita mengatakan, pihaknya menganjurkan kepada seluruh elemen, termasuk pemain rutin melakukan rapid test atau tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Tes tersebut perlu dilakukan untuk mendeteksi dan mencegah adanya virus corona atau Covid-19.

"Saya kira para pemain harus rapid test atau PCR, karena tanpa itu tentu akan membahayakan. Jadi kami harus tahu kondisi semua pemain aman dan sehat, itu bisa rapid test atau PCR," kata Akhmad Hadian Lukita kepada awak media.

Menurutnya, saat ini PSSI dan PT LIB sedang menyusun regulasi yang akan diterapkan kepada seluruh elemen di dunia sepak bola.

Termasuk menyusun jadwal pertandingan serta skema yang akan diterapkan pada saat pelaksanaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2.

"Terkait bagaimana penerapannya nah ini yang sedang disusun, termasuk jadwal juga," sambungnya.

Lebih lanjut, pria kelahiran Bandung, Maret 1965 itu mengatakan, PT LIB berpedoman kepada buku yang sudah dikeluarkan PSSI.

Selain itu, PT LIB turut mempertimbangkan saran dari pihak terkait, salah satunya dari Gugus Covid-19.

"Sesuai prinsip dari gugus tugas Covid-19, ada prinsip besar protokol," ucapnya.

Di sisi lain, yang menjadi perhatiannya saat ini adalah kontak fisik yang terjadi pada saat pelaksanaan kompetisi berlangsung.

Pemain U-20 Didorong Main di Liga 1, Ini Keuntungan untuk Timnas Indonesia

UPDATE Klasemen Liga Inggris: Meski Liverpool Tak Terkejar, Manchester United Masih Terseok-seok

Hasil Piala FA: Benamkan Leicester City, Chelsea Lolos ke Semifinal

PT LIB akan meminta masukan serta berkoordinasi dengan tim Dokter PSSI perihal permasalahan tersebut.

"Tapi intinya, pada saat sepak bola mulai, ada satu hal yang paling krusial misalnya kontak fisik dan kami harus bicarakan dengan dokter PSSI, dan kami akan menjalankan semua teknis dari PSSI," tutup Ahmad Hadian Lukita.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved