Virus Corona di Indonesia
Angka Penularan Positif Covid-19 di Kabupaten Tangerang Menurun
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji mengatakan penurunan terjadi selama 14 hari ke belakang sejak hari ini
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Dinas Kesehatan Provinsi Banten mencatat adanya penurunan angka penularan pasien positif Covid-19 di Kabupaten Tangerang.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji mengatakan penurunan terjadi selama 14 hari ke belakang sejak hari ini.
"Untuk saat ini angka positif Covid-19 di Kabupaten Tangerang sendiri yang sebelumnya 14 hari yang lalu mencapai sembilan persen," jelas Ati melalui pesan singkat, Selasa (30/6/2020.
"Untuk saat ini data menunjukan penurunan yaitu diangka enam persen," sambung dia.
Sementara, untuk di keseluruhan Banten, angka postifi Covid-19 sendiri sudah tembus 1.000 kasus.
Menurut data yang terkumpulkan sejak 27 Juni 2020, terdata ada 1.275 kasus positif Covid-19 di seluruh Banten.
"Di mana angka kesembuhan mencapai 866 sekitar 67,93 persen," ungkap Ati.
• Anies Terbitkan Izin Reklamasi Ancol, DPRD DKI: Pembangunan Tak Bisa Jalan Kalau Belum Ada Perda
• Anies Terbitkan Izin Reklamasi Ancol Seluas 155 Hektar, Komisi B DPRD DKI Mengakui Kecolongan
Sebagai informasi, pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Tangerang Raya diperpanjang kembali selama dua pekan mulai hari Senin (29/6/2020).
PSBB kelima ini berlaku untuk Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan sampai 12 Juli 2020.
Keputusan perpanjang penerapan PSBB disepakati bersama oleh Gubernur Banten, Wahidin Halim dan tiga pimpinan daerah Tangerang Raya saat melakukan konferensi video pada Sabtu (28/06/2020).
"Sepakat PSBB diperpanjang untuk Tangerang Raya, dengan kelonggaran-kelonggaran yang tetap memperhatikan protokol kesehatan," ungkap Wahidin.
Alasan utama PSBB diperpanjang, lanjut Wahidin, masih banyak kerumunan massa yang mengabaikan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.
"Seperti halnya di pasar tradisoanal masih adanya ketidakpatuhan terhadap protokol kesehatan, ada yang menggunakan masker tapi belum melakukan social distancing," keluh Wahidin.