Beroperasi Sejak Januari 2020, Pabrik Narkoba Liquid di Bali Dikendalikan Narapidana

Kapolda mengatakan pabrik narkoba tersebut sudah beroperasi selama enam bulan terakhir

TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Kapolda Metro Jaya Nana Sudjana melakukan simulasi menjelang penerapan new normal, saat mengunjungi Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Sebuah home industry atau pabrik rumahan di Bali yang memproduksi narkoba liquid vape dan tembakau gorila digerebek kepolisian dari Polda Metro Jaya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, pabrik narkoba tersebut sudah beroperasi selama enam bulan terakhir.

"Dari hasil keterangan mereka, home industry ini dimulai sejak Januari 2020," kata Nana di Mapolda Metro Jaya, Senin (29/6/2020).

Sedikitnya ada tujuh tersangka yang diamankan pihak kepolisian.

Namun, tak satu pun dari tujuh tersangka tersebut yang bertindak sebagai bos.

Nana menyebut pabrik rumahan narkoba ini dikendalikan oleh seorang narapidana.

"Hasil pengembangan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, home industry ini dikendalikan narapidana di lapas di Bali," ujar dia.

Narkoba liquid dan tembakau gorila hasil produksi pabrik rumahan ini diedarkan ke sejumlah provinsi.

"Sindikat ini sudah bermain antarprovinsi ataupun antarpulau, seperti Jakarta, Jawa Barat, Sumatera, Sulawesi, dan Bali," terang Nana.

Halaman
12
Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved