Cara Pemain NBA Enes Kanter Mengkritik Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Uniknya, kostum yang akan dikenakannya sekaligus mengusung aksi protes atas kondisi di negara asalnya Turki

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.(AFP / ADEM ALTAN) 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pemain bola basket NBA, Enes Kanter menunjukkan kostum atau jersey yang akan ia kenakan pada musim depan.

Uniknya, kostum yang akan dikenakannya sekaligus mengusung aksi protes atas kondisi di negara asalnya Turki dengan tulisan besar 'Erdogan S**k' atau Erdogan menyebalkan.

Ini merupakan aksi kritik terbaru yang dilakukan Enes Kanter, yang sejak lama diketahui tidak sejalan dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Ia kerap mengkritik dengan kecaman pedas atas berbagai kebijakan pemerintahan Erdogan di Turki yang dinilai otoriter. Termasuk menyebut Erdogan sebagai 'Hitler abad ini'.

Atas hal itu, Enes Kanter kemudian dicabut kewarganegaraannya oleh pemerintah Turki. Ia dituduh sebagai teroris dan memiliki hubungan dengan Fethullah Gulen.

Atas berbagai kritik yang dilakukannya, pada tahun 2017 pemerintah Turki berusaha agar Kanter ditangkap. Namun permintaan itu tidak dihiraukan oleh Amerika.

Melansir republicworld.com, ayah Enes Kanter, Mehmat ditangkap pada 2019 karena dituduh menjadi bagian dari organisasi teroris di Turki.

Ayahnya baru-baru ini dibebaskan namun terancam penjara selama 15 tahun jika terbukti bersalah dalam pengadilan selanjutnya.

Kanter percaya bahwa ayahnya dibebaskan sebagai akibat adanya tekanan pada pemerintah Turki. Pemain Boston Celtics ini juga meyakini bahwa pemerintah Turki 'takut' atas berbagai suara kritikannya selama ini.

"Aku tumbuh di Turki Timur. Saya memiliki begitu banyak teman Kurdi & mereka adalah beberapa orang terbaik yang saya kenal. Saudara-saudari Kurdi saya telah ditindas & dilecehkan oleh pemerintah Turki selama bertahun-tahun. Kita perlu melindungi mereka dengan segala cara," cuitnya di Twitter.

Dalam foto yang diposting di Intagram Enes Kanter menyuarakan sikap terbarunya menentang kebijakan pemerintah Erdogan selama beberapa tahun terakhir.

Kondisi Terkini Petugas PPSU yang Nikahi Bule Turki, Menahan Rindu Karena Terhalang Pandemi Covid-19

Ingat Petugas PPSU yang Nikahi Bule Turki? Kini LDR Jakarta-Austria, Si Wanita Dapat Tawaran Syuting

Dia juga telah menyeru kepada pemerintahan AS untuk mengakhiri penindasan Erdogan terhadap warga Turki.

Sebuah laporan juga menyatakan bahwa Turki telah meminta ekstradisi Kanter tahun lalu karena tuduhan menjadi bagian dari kelompok teroris. Kanter, menepis semua tuduhan itu.

Dengan pembebasan ayahnya, Kanter berharap orang tuanya dapat memperoleh visa dan pindah ke Amerika Serikat.

Kanter sendiri mengaku sudah bertahun-tahun tidak bisa berhubungan dengan orang tuanya karena khawatir dipantau oleh pemerintah Turki dan bisa berakibat fatal bagi keluarganya yang ada di sana.

Sementara itu, terkait jersey yang dikenakan oleh para pemain, dalam kebijakan terbarunya NBA bergerak lebih maju untuk turut menyuarakan keadilan sosial di dunia.

Caranya dengan membebaskan para pemain untuk mengganti nama belakang di kaus mereka untuk menyuarakan ketimpangan sosial.

Hal ini menjadi kesempatan bagi para pemain NBA untuk mengambil sikap terhadap masalah besar di dunia misalnya kediktatoran China, penindasannya terhadap lembaga-lembaga demokrasi di Hong Kong, ancaman perang global di Pasifik, dan pemenjaraan massal umat Islam di Xinjiang.

https://www.republicworld.com/sports-news/basketball-news/enes-kanter-calls-out-turkey-president-erdogan-nba-personalized-jersey.html

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved