Mengenal Virus Flu Babi: Berpotensi Menjadi Pandemi, 4,4 Persen Populasi China Diduga Terinfeksi

Virus yang oleh para peneliti dinamai G4 EA H1N1 ini bisa tumbuh dan berkembang biak di sel-sel yang menuju pernapasan manusia.

SHUTTERSTOCK/Kateryna Kon
Ilustrasi virus influenza 

TRIBUNJAKARTA.COM- Belum kelar pandemi Covid-19, kini dunia kembali diwanti-wanti mengnai jenis baru flu babi dengan nama G4 yang ditemukan di China.

Virus yang oleh para peneliti dinamai G4 EA H1N1 ini bisa tumbuh dan berkembang biak di sel-sel yang menuju pernapasan manusia.

Para peneliti juga khawatir virus ini dapat bermutasi lebih lanjut, sehingga bisa menyebar antarmanusia dan memicu wabah global. Simak selengkapnya:

1. Apa itu virus G4 EA H1N1?

Disebutkan bahwa virus tersebut dapat tumbuh dan berkembang baik di sel-sel yang melapisi saluran udara manusia. Peneliti menemukan bukti infeksi baru-baru ini mulai pada orang yang bekerja di rumah potong hewan (RPH) dan industri babi di China.

Vaksin flu saat ini nampak tidak melindungi dari itu, meskipun dapat diadaptasi untuk melakukannya jika diperlukan.

Melansir sciencemag.org, virus ini merupakan campuran unik dari tiga garis keturunan, yaitu satu mirip dengan strain yang ditemukan pada burung Eropa dan Asia, strain H1N1 yang menyebabkan pandemi 2009, dan H1N1 Amerika Utara yang memiliki gen dari virus flu burung, manusia, dan babi.

Varian G4 secara khusus memprihatinkan lantaran intinya adalah virus flu burung, yang manusia tidak mempunyai kekebalan terhadapnya, dengan sedikit campuran mamalia.

"Dari data yang disajikan, tampaknya ini adalah virus flu babi yang siap untuk muncul pada manusia. Jelas situasi ini perlu dipantu dengan sangat cermat," kata ahli biologi evolusi di University of Sydney Edward Holmes.

Sebagai bagian dari proyek untuk mengidentifikasi potensi pandemi influenza, sebuah tim yang dipimpin oleh Liu Jinhua dari China Agricultural University (CAU) menganalisis hampir 30.000 usap hidung yang diambil dari babi di 10 provinsi di China.

Halaman
1234
Penulis: erik sinaga
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved