Breaking News:

Strategi Loreal Dukung Program Pembangunan Berkelanjutan, Kurangi Sampah Plastik

Mentransformasi perusahaan menuju model bisnis yang menghormati planet dan memperkuat komitmen pembangunan berkelanjutan.

dok L Oreal
Ilustrasi 

TRIBUNJAKARTA.COM - Loreal for the future, program pembangunan berkelanjutan dari L’Oréal  Group hingga 2030 telah diluncurkan.

Jean-Paul Agon, Chairman dan CEO L’Oréal mengatakan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh planet bumi belum pernah terjadi sebelumnya. Untuk itu, menjadi penting untuk mempercepat upaya pelestarian tempat tinggal yang aman bagi kemanusiaan.

Dengan berkembangnya tantangan lingkungan dan sosial membuat L’Oréal harus mentransformasi perusahaan menuju model bisnis yang menghormati planet dan memperkuat komitmen pembangunan berkelanjutan.

"Kami menerapkan upaya ini dalam operasional bisnis sebagai kontribusi kepada masyarakat. Kami memahami tantangan-tantangan besar lain akan datang dan Loreal akan terus setia beroperasi dalam sesuai batasan kemampuan planet,” ujar Jean-Paul dalam keterangan resmi yang diterima TribunJakarta pada Selasa (30/6). 

Terdapat sejumlah target yang sudah dirumuskan oleh perusahaan sampai 2030.

FOLLOW JUGA:

Pertama, pada 2025, seluruh lokasi operasi Loreal akan mencapai karbon netral melalui peningkatan energi efisiensi dan menggunakan 100 persen energi terbarukan.

Kedua, pada 2030, 100 persen plastik yang digunakan pada kemasan produk Loreal merupakan hasil dari daur ulang atau berasal dari bahan berbasis bio (alam).

Ketiga, pada 2030, Loreal akan mengurangi seluruh emisi gas rumah kaca sebanyak 50 persen per produk jadi, dibandingkan dengan tahun 2016.

Jean-Paul menjelaskan, upaya berkontribusi menyelesaikan tantangan dunia dengan mendukung kebutuhan sosial dan lingkungan ada sejumlah hal yang juga sudah dikerjakan pada Mei 2020 lalu. Loreal mengalokasi 150 juta Euro untuk membantu permasalahan sosial dan lingkungan yang mendesak. 

Untuk membantu konsumen membuat keputusan yang lebih berkelanjutan, Loreal juga mengembangkan mekanisme yang dinamakan Product Environmental & Social Impact Labelling, dengan skala nilai A sampai E.

Mekanisme ini didukung oleh ahli-ahli sains independen dan diverifikasi oleh auditor independen yang secara bertahap akan diberlakukan kepada semua merek dan kategori.

Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved