Wali Kota Bekasi Dinilai Salah Kaprah Sebut Limbah Masker Bekas Pakai Warga Boleh Dibuang ke TPA

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebutkan, limbah masker bekas pakai warga boleh dibuang ke TPA Sumur Batu milik pemerintah.

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Posko Gugus Tugas Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebutkan, limbah masker bekas pakai warga boleh dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu milik pemerintah.

Hal ini rupanya bertentangan dengan surat edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), tentang pengelolaan limbah infeksius dari penanganan Covid-19.

Rahmat mengatakan, limbah masker bekas pakai warga memang seharusnya dikumpulkan di dalam kantong dan dibuang ke tempat sampah.

"Kalau masker bekas dari rumah-rumah keluarga jelaslah dikumpulkan kaya saya di rumah gitu, enggak dibakar jadi pasti terbuang ke sana saja (TPA)," kata Rahmat, Selasa (30/6/2020).

Menurut Rahmat, limbah masker sekali pakai dari rumah-rumah warga memang sulit dikendalikan.

Dia menilai, jika limbah masker dari rumah warga bermuara ke TPA bukan menjadi masalah.

Tetapi jika limbah masker sekali pakai berasal dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan, tentunya itu dilarang bermuara ke TPA.

"Ya memang kalau mau ngumpulin bekas-bekas gitu susah kecuali memang bekas tim medis. Kalau yang masyarakat ini saya kira tidak terlalu itulah," terangnya.

Adapun berdasarkan surat edaran KLHK, masyarakat pengguna masker sekali pakai diharuskan merobek, memotong atau menggunting masker dan dikemas rapi sebelum dibuang ke tempat sampah.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved