Antisipasi Virus Corona di DKI

Ganjil Genap Dianggap Tak Efektif, Gubernur Anies Bakal Batasi Jumlah Pengunjung Pasar Tradisional

Pemprov DKI Jakarta bakal mengganti mekanisme ganjil genap di pasar tradisional dengan pembatasan jumlah pengunjung.

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Pihak Kecamatan Cilandak menutup sementara Pasar Mede di Fatmawati, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakart.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKATA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta bakal mengganti mekanisme ganjil genap di pasar tradisional dengan pembatasan jumlah pengunjung.

“Jadi jumlah orang masuk pasar tidak boleh lebih dari 50 persen kapasitas pasar dan nanti dikendalikan dengan petugas yang ditempatkan di pintu masuk pasar,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Rabu (1/7/2020).

Jam operasional yang tadinya mulai pukul 06.00 WIB hingga 14.00 WIB pun bakal dikembalikan seperti semula.

Anies beralasan, mekanisme ganjil genap pedagang yang selama ini diterapkan dianggap kurang efektif.

Sebab, masih banyak ditemukan pedagang yang positif terpapar Covid-19.

Pasar tradisional pun seolah menjadi lokasi baru penyebaran Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir.

Data terakhir dari PD Pasar Jaya sendiri menyebutkan ada 142 pedagang pasar tradisional yang dilaporkan terpapar Covid-19.

“Dalam catatan kami, ada 19 pasar yang sempat ditutup (karena ada pedagang positif Covid-19) dalam periode satu bulan ini,” ucapnya.

Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta juga bakal memperkatat pengawasan protokol kesehatan di pasar-pasar tradisional.

Halaman
123
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved