Antisipasi Virus Corona di DKI

Selama PSBB dan Transisi Diterapkan, Satpol PP Jakarta Barat Terima Rp 300 Juta dari Pelanggar

“Angka Rp 300 juta itu sampai tanggal 31 Juni kemarin," kata Kasie Ops Satpol PP Jakarta Barat, Ivand Sigiro

TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
ILUSTRASI Satpol PP DKI Jakarta menggelar razia PSBB di kawasan Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (1/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Selama PSBB dan PSBB masa transisi, Satpol PP Jakarta Barat mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 300 juta dari para pelanggar.

“Angka Rp 300 juta itu sampai tanggal 31 Juni kemarin," kata Kasie Ops Satpol PP Jakarta Barat, Ivand Sigiro kepada wartawan (1/7/2020).

Ivand mengatakan, penyumbang besar dana pelanggar berasal dari sejumlah usaha, pabrik, maupun pedagang yang diketahui melanggar PSBB dan PSBB masa transisi, diantaranya melanggar WFH dan mengabaikan physical distancing.

Sementara terhadap masyarakat yang tak menggunakan masker, ada juga pelanggar yang memilih bayar denda Rp 250 ribu ketimbang memilih menjalani sanksi sosial.

“Yang bayar denda karena tak mengenakan masker juga lumayan banyak ko,” kata Ivand.

Ivand menegaskan, pembayaran denda ini bebas pungli.

"Karena pembayaran denda langsung di transfer ke rekening Badan Pendapatan dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta," ujarnya.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved