Breaking News:

Viral Disdukcapil Tangsel Jual Batu Akik Hingga Endorse Makanan, Ini Penjelasan Kepala Dinas

Warganet pun bereaksi, ada yang mempertanyakan, ada yang minta ikut diiklankan akun dengan followers sebanyak 7.129 akun itu.

TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Tangkapan gambar akun Instagram @disdukcapil.tangerangselatan diunggah pada Kamis (2/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Akun Instagram @disdukcapil.tangerangselatan, belakangan menggegerkan dunia maya, lantaran memposting sesuatu di luar administrasi kependudukan.

Jika biasanya akun tersebut memberikan informasi tentang teknis mencetak KTP sampai KIA, mulai Selasa (30/6/2020) akun tersebut juga menjajakan makanan hingga batu akik.

Akun yang dipercaya sebagian besar warga Tangsel adalah resmi dikelola Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tangsel itu terus mengunggah foto makanan sambil meng-endorse sampai hari ini, Kamis (2/7/2020).

Warganet pun bereaksi, ada yang mempertanyakan, ada yang minta ikut diiklankan akun dengan followers sebanyak 7.129 akun itu.

Kepala Disdukcapil Tangsel, Dedi Budiawan, memberikan penjelasan soal akun tersebut yang merupakan akun miliknya, bukan resmi dikelola dinas.

Nama "debu" pada bagian atas akun adalah akronim nama dirinya: Dedi Budiawan.

Sedangkan terkait nama Disdukcapil, Dedi merasa berhak pakai nama itu, karena melekat dengan statusnya sebagai kepala dinas.

"Sengaja biar ngetop, biar nambah banyak followersnya itu cara saya, ya memang bukan resmi. Ini kan tidak ada uang, HP HP saya, cuma memang memakai judulnya Dukcapil makanya saya ganti debu, debu itu singkatan nama saya," ujar Dedi melalui sambungan telepon.

KPK Lakukan OTT di Kalimantan Timur, Seorang Kepala Daerah Turut Diamankan

PSSI Keluarkan SK Terbaru, APPI Soroti Nominal Gaji Pemain

Dedi mengaskan, bahwa informasi resmi Disdukcapil hanya disampaikan melalui website: disdukcapil.tangerangselatankota.go.id.

"Kenapa harus dinyinyirin sih, kan saya jawab yang resmi hanya web. WA, twitter, Facebook terus IG emang ada dibayar oleh pemerintah? Tidak kan pake pribadi," ujarnya.

Sedangkan, terkait meng-endorse makanan dan penjualan benda lainnya, dimaksudkan hanya untuk membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) warga Tangsel.

Karena bukan akun resmi dan memiliki jumlah followers yang cukup banyak, Dedi merasa akun tersebut juga bisa membantu UMKM.

"Memang salah kalau saya nolong orang. Kawan saya banyak di UKM itu, dan saya tidak ada uang untuk itu kok, hanya menawarkan, 'pak ibu silakan ada warga kita saudara kita menawarkan ini', kebetulan di kita seolah-olah kan lumayan kalau."

"Apa lagi dia cuma UKM, yang bantu juga teman saya, bang dia bilang tolonglah bantu dibeli saya buat anak sekolah anak saya S1 mahal, kedua covid juga nah saya bantu deh," paparnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved