Breaking News:

Predator Anak di Tangerang Ditangkap

Warga Pagedangan Minta Presiden Jokowi Buat Kebijakan Hukuman Mati Bagi Predator Anak

Warga berharap kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaruh perhatian pada kasus pelecehan atau kekerasan terhadap anak.

TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
S (40) terduga pelaku pelecehan seksual saat dimintai keterangan di Mapolres Tangsel, Jalan Raya Promoter Serpong, Tangsel, Jumat (3/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAGEDANGAN - Warga Pagedangan geram dengan aksi pencabulan predator anak, Syafrudin alias Udin alias Mang U.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Mang U merupakan pelaku pencabulan terhadap 22 anak, dan semuanya berjenis kelamin laki-laki.

Pria 40 tahun yang bekerja sebagai sekuriti itu selalu melancarkan aksi bejatnya di rumah kontrakannya di bilangan Desa Pagedangan, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Aksi bejat Mang U ketahuan setelah Ajat Sudrajat, Ketua RW setempat, menginterogasinya usai mendapat aduan dari orang tua korban.

Mang U langsung digelandang ke Polsek Pagedangan dan dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel), pada Rabu (1/7/2020).

Ajat Sudrajat, mewakili warganya, berbicara kepada awak media.

Ajat mengatakan, warga berharap kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaruh perhatian pada kasus pelecehan atau kekerasan terhadap anak.

"Kami mengimbau bukan hanya ke KPAI, Kementerian, semua ini tugas bersama. Ini kepada Pak Presiden ya, Pak Jokowi, jangan cuma yang diurus corona atau korupsi kolusi. Memang itu sangat penting memberantas kejahatan ini. Jadi ini merusak generasi bangsa, tanggung jawab bersama. Tentu ini adalah tamparan baginbangsa dan negara kita," ujar Ajat saat ditemui di kediamannya, Sabtu (4/7/2020).

Ajat berharap bahwa kasus Mang U bisa menjadi titik balik perubahan penindakan terhadap predator anak, hingga bisa dijerat hukuman mati.

Sampai saat ini, kasus pencabulan terhadap anak biasanya dijerat menggunakan pasal 81 dan 82 Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

"Agar ini segera dibuatkan kebijakan atau policy yang baik. Agar kasus ini dihukum mati. Mari jadikan ini sebagai titik balik dari segala sesuatu yang terjadi, harus ada hal baru yang bermanfaat untuk geberasi selanjutnya," ujarnya.

Pemkot Depok Masih Melarang Olahraga Berenang

Predator Anak di Tangerang Lecehkan 22 Korbannya: Pakai Wifi dan Uang, Dipukuli Warga Tidak Mempan

Jadwal Liga Inggris Malam Ini:  Manchester United vs Bournemouth, Chelsea vs Watford

Kepada aparat kepolisian, Ajat berharap hukum benar-benar bisa ditegakkan.

Sampai saat ini, ia mengapresiasi pihak aparat yang dinilainya sudah cukup koperatif.

"Saya berharap dia tersangka ini tidak bisa lepas dari jerat hukum, tidak boleh ada yang mengintervensi," harapnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved