Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

AirNav Indonesia Mencatat Penurunan Signifikan Jumlah Penerbangan Terjadi Bulan April 2020

Penurunan penerbangan signifikan memang terjadi pada April sampai dengan Juni 2020 akibat pandemi Covid-19

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Layanan Penerbangan Komersial Dihentikan, 26 Pesawat Parkir Longstay di Bandara Ngurah Rai 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - AirNav Indonesia mencatat telah melayani sebanyak 657.553 pergerakan pesawat sampai kuartal kedua 2020.

Sedangkan pada kuartal kedua 2019, AirNav Indonesia melayani 1.000.635 pergerakan pesawat udara.

"Pergerakan pesawat udara pada bulan Januari sampai dengan Maret 2020 masih dalam kondisi normal, penurunan signifikan memang terjadi pada April sampai dengan Juni 2020 akibat pandemi Covid-19," ujar Direktur Utama AirNav Indonesia, M Pramintohadi Sukarno dalam keterangannya, Senin (6/7/2020).

AirNav Indonesia memanfaatkan periode low traffic ini untuk melakukan uji coba prosedur user preferred route (UPR) yang dapat meningkatkan efisiensi penerbangan lintas udara (overfly) mulai 8 Juni 2020 lalu sampai dengan 30 Agustus 2020 mendatang.

UPR merupakan salah satu metode manajemen ruang udara dengan konsep free-route airspace yang menghasilkan rute alternatif.

Rute ini memberikan keleluasaan bagi maskapai untuk menentukan rutenya sendiri yang paling efisien.

Dengan mempertimbangkan arah dan kecepatan angin, potensi turbulensi, suhu udara, serta jenis dan kinerja pesawat udara.

"UPR memangkas jarak tempuh penerbangan lintas internasional yang melewati ruang udara Indonesia. Pemangkasan jarak tempuh ini diikuti dengan optimalisasi performa pesawat udara menjadi seefisien mungkin sehingga menurunkan konsumsi dan emisi bahan bakar pesawat udara," jelas Pramintohadi.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved