Virus Corona di Indonesia
Belum Ada Penambahan Kasus Baru dari Klaster PT Unilever Cikarang
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi memastikan, hingga saat ini belum ada penambahan kasus baru dari klaster PT Unilever
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, CIKARANG - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi memastikan, hingga saat ini belum ada penambahan kasus baru dari klaster PT Unilever Cikarang.
"Belum ada, sejauh ini masih sama jumlah kasus dari PT Unilever sebanyak 36 orang," kata Juru Bicara Gugus Tugas Alamsyah, Selasa, (7/7/2020).
Dia menambahkan, pihaknya sejauh ini telah melakunan pengujian spesimen sebangak 290 orang dari klaster PT Unilever Cikarang.
"Ada 265 kita PCR test, lalu ada penambahan 25 orang lagi dan hasilnya saat ini 36 yang positif," jelas Alamsyah.
Alamsyah menambahkan, 25 orang penambahan uji spesimen dilakukan terhadap tetangga dari karyawan PT Unilever yang sempat berkontak langsung sebelum dinyatakan positif.
"Dari 36 yang positif itu rata-rata berusia 30 - 45 tahun, 21 orang merupakan karyawan, 15 orang merupakan keluarga," terangnya.
Sebelumnya diberitakan, penularan Covid-19 di tengah gencarnya kampanye adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal, terjadi di lingkup pekerja pabrik.
Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Bekasi sejak, Jumat, (5/6/2020) menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proposional.
Kebijakan penanganan Covid-19 ini berlaku hingga, Kamis, (2/7/2020) kemarin dan diperpanjang sampai dua pekan kedepan.
Pada kebijakan ini, Pemkab Bekasi mulai berlakukan pelonggaran dengan mengizinkan sejumlah sektor usaha beroperasi secara bertahap.
Seluruh tempat ibadah juga sudah diperbolehkan menggelar kegiatan keagamaan dengan tetap memperhatikan protokoler kesehatan.
• Sebelum Mulai Belajar Tatap Muka, Sekolah Wajib Buat Proposal Pengajuan ke Disdik Kota Bekasi
• Seorang Bhabinkamtibmas Polres Metro Jakarta Utara Positif Covid-19
Namun di tengah kebijakan menuju AKB, baru-baru ini, sejumlah karyawan PT Unilever Indonesia dikabarkan positif terpapar virus corona.
Kasus pertama penyebaran virus corona terjadi pada salah satu karyawan yang menderita sakit dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
Tidak lama kemudian, tim medis melakukan pengujian spesimen pada buruh tersebut dan hasilnya dinyatakan positif Covid-19.
Tracing atau penelusuran kontak pasien terus dilakukan, sebelum dinyatakan positif Covid-19, sang buruh rupanya sempat aktif bekerja.
Dari situ, tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi melakukan pengambilan sampel spesimen ke sejumlah karyawan pabrik Unilever.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-21.jpg)