Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Menteri Tenaga Kerja Sebut Angka Permintaan TKI ke Luar Negeri Masih Tinggi Selama Pandemi Covid-19

Permintaan TKI yang sekarang lebih dikenal Pekerja Migran Indonesia (PMI) itu tercatat masih tinggi di Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziya saat menjemput Etty Toyib di ruang VVIP Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Senin (6/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Di tengah ganasnya wabah Covid-19 di dunia, permintaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) justru semakin tinggi.

Permintaan TKI yang sekarang lebih dikenal Pekerja Migran Indonesia (PMI) itu tercatat masih tinggi di Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia.

Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziya mengatakan, setidaknya ada 34 ribu PMI yang telah mengajukan diri saat pandemi Covid-19 ini.

"Masih tinggi, kemarin kita menunda hampir 34 ribuan (PMI). Jadi kita tunda sementara karena, memang negara penempatan juga semua alami pandemi," jelas Ida di ruang VVIP Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Senin (6/7/2020).

Untuk sementara, lanjutnya, pihaknya belum memberikan izin kerja dan melakukan koordinasi dengan negara penempatan.

Koordinasi dilakukan untuk mengetahui status Covid-19 di negara penempatan apakah aman atau tidak.

"Kita sedang melakukan penundaan sementara penempatan PMI keluar negeri, tapi sekarang sedang menyusun protokol untuk penempatan," kata Ida.

Menurut dia, dua negara yang sedang dilakukan koordinasi sebagai negara penempatan PMI yakni Hongkong dan Taiwan.

Kendati demikian, Ida tidak bisa memberikan kepastian kapan PMI bisa diberangkatkan ke negara di atas.

"Masih kajian terus, prinsipnya aman di dalam negeri dulu karena masih ada zona merah. Nanti kita akan buka secara bertahap tidak semua negara," kata Ida.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved