Breaking News:

Tak Mau Bareng PKS di Pilkada Depok, Gerindra Depok: Pernah Dikhianati, Masa Mau Dibohongi 2 Kali?

Partai Gerindra mengungkapkan keengganannya berkoalisi dengan PKS di Pilkada Depok 2020. Apa alasan Gerindra Depok?

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna ketika mendatangi Posko Musibah kecelakaan bus yang membawa rombongan kader Posyandu Kelurahan Bojong Pondok Terong, Cipayung, Kota Depok. 

TRIBUNJAKARTA.COM, DEPOK - Partai Gerindra mengungkapkan keengganannya berkoalisi dengan PKS di Pilkada Depok 2020.

Meskipun, kedua partai tersebut berkoalisi dan tampil sebagai pemenang di Pilkada Depok 2015.

Pada Pilkada Depok 2015, kedua partai mengusung Mohammad Idris dan Pradi Supriatna.

Kini, Partai Gerindra dan PDI Perjuangan rupanya semakin mantap melangkah bersama menghadapi Pilkada Depok 2020 yang semakin dekat.

Gerindra, yang awalnya satu kubu dengan PKS, banting setir jadi penantang pada Pilkada Depok 2020.

"Kalau Gerindra, kami sudah tidak mau kalau dengan PKS. Makanya, kami sudah tidak berkomunikasi dengan PKS," ujar Sekretaris DPC Gerindra Kota Depok Hamzah saat dihubungi Kompas.com, Kamis (2/7/2020).

Hamzah mengungkapkan, keengganan Gerindra berkoalisi lagi dengan PKS karena hubungan yang kian renggang antara keduanya.

Ia mengklaim, selama lima tahun memerintah, Gerindra kerap tidak dilibatkan dalam kerja-kerja pemerintahan dan pengambilan keputusan.

"Kan sudah pernah (koalisi dengan PKS) dan sudah pernah dikhianati. Buat apa kita, masa mau dibohongi dua kali?" ujar dia.

Kemarin, Senin (6/7/2029), elite masing-masing partai sepakat membuat pertemuan untuk menyampaikan bahwa keputusan kedua partai untuk berkoalisi sudah bulat.

Halaman
1234
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved