Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Depok

Tips Membeli Hewan Kurban di Tengah Pandemi Covid-19

Beberapa hari menjelang perayaan Hari Raya Iduladha tahun 2020, sejumlah pedagang hewan kurban mulai terlihat di beberapa lokasi di Kota Depok.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Haji Doni pemilik Mall Hewan Kurban di kawasan Cimanggis, Kota Depok, Selasa (7/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CIMANGGIS - Beberapa hari menjelang perayaan Hari Raya Iduladha tahun 2020, sejumlah pedagang hewan kurban mulai terlihat di beberapa lokasi di Kota Depok, Jawa Barat.

Seperti Haji Doni, pemilik Mall Hewan Kurban di bilangan Cimanggis ini, mulai membuka tokonya sejak hari ini.

Dijumpai wartawan, Haji Doni mengatakan menjual hewan kurban di tengah pandemi ini cukup sulit dalam hal pengirimannya.

"Seluruh sapi yang masuk sini, perjalanannya itu amat sulit ya diperiksa di setiap perbatasan sampai seluruhnya lolos tes Covid-19," kata Haji Doni di lokasi usahanya, Selasa (7/7/2020).

Habis Waktu Sewa, Rumah Singgah Pasien Covid-19 di Kabupaten Tangerang Bakal Ditutup

Meski begitu, Haji Doni mengatakan masyarakat tidak perlu takut dan khawatir membeli hewan kurban di tengah pandemi ini.

Haji Doni menuturkan, ada beberapa tips dan trik yang harus diperhatikan sebelum membeli hewan kurban.

Yang pertama, adalah memastikan hewan kurban tersebut memiliki surat sehat yang dikeluarkan oleh instansi terkait.

"Periksa surat-suratnya, jangan membeli sapi bila tidak ada sertifikat surat kesehatannya. Karena sapi pun sekarang di tes Covid-19, bukan hanya manusia saja yang tes," ujar Haji Doni.

Cerita Parman Jadi Pemulung Usai Tempat Kerjanya Bangkrut: Sempat Malu Hingga Anak Berhenti Sekolah

Selanjutnya, sehatnya hewan kurban juga bisa dilihat dari hal-hal kecil dengan memperhatikan bagian mulut dan kukunya.

"Kemudian perhatikan penyakit mulut dan kuku, bila baik-baik saja berarti hewan itu sehat," katanya.

Haji Doni memastikan, seluruh hewan kurban yang ada di lapaknya memiliki surat keterangan sehat, dan telah lolos uji kesehatan serta dinyatakan bebas dari penyakit antrax.

Terakhir, Haji Doni berujar pandemi Covid-19 ini tak berimbas pada harga dari hewan kurban dagangannya.

Bocah Tewas Terlilit Sanca Jumbo di Serpong Tangerang Selatan, Sudah Terbiasa Berburu Ular

"Kalau naik tidak ya kami masih sama seperti tahun lalu harganya, termurah mulai dari Rp 14 juta dan paling mahal ada yang mencapai Rp 80 juta hingga Rp 100 juta," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved