Breaking News:

Pentingnya Mempertahankan Perilaku Sehat dalam Merawat Organ dan Fungsi Reproduksi pada Perempuan

Upaya yang akan dilakukan dengan kegiatan kampanye “love my crown”, yaitu mengkampanyekan sehat reproduksi menggunakan media aplikasi e-learning

Istimewa
Edukasi kesehatan reproduksi 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Era Revolusi Industri 4.0 dalam bidang teknologi informasi menyediakan kemudahan memperoleh akses informasi secara online.

Hal ini memberi dampak bagi populasi perempuan usia reproduksi, termasuk remaja perempuan, untuk memperoleh informasi tentang merawat kesehatan organ dan fungsi reproduksinya dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Di sisi lain, upaya promosi kesehatan dan pencegahan masalah reproduksi perempuan sudah dilakukan oleh banyak pihak dan diberikan dalam berbagai bentuk di tiap tingkatan wilayah dengan koordinasi dari berbagai institusi/ lembaga/ organisasi pemerintah maupun swasta.

Sebagai contoh, BKKBN memiliki program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) untuk remaja perempuan diantaranya dengan mengadakan kegiatan program “Sekolah Sehat” dan menyediakan posyandu kesehatan reproduksi dengan salah satu kegiatannya memberikan pembekalan materi-materi kesehatan kepada para remaja.

"Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK-UI), Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) dan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom-UI) Universitas Indonesia peduli dan mengupayakan promosi kesehatan untuk mempromosikan kesehatan reproduksi dan mencegah masalah reproduksi perempuan dengan memanfaatkan media online melalui kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi bidang pelayanan dan pengabdian masyarakat," kata Ketua Tim Pengabdi, Yati Afiyanti dalam keterangannya, Kamis (9/7/2020).

Dikatakannya, Departemen Keperawatan Maternitas dan Kesehatan Perempuan FIK-UI dan Fakultas Kedokteran berorientasi pada upaya memberikan pencegahan primer, sekunder, dan tersier terhadap masalah reproduksi dan masalah kesehatan perempuan lainnya.

"Upaya tersebut termasuk memberi edukasi dan memberdayakan masyarakat perempuan untuk memiliki kesadaran diri dan secara mandiri melakukan promosi sehat reproduksi dan mencegah masalahnya," ujarnya.

Sementara laboratorium Digital Library and Distance Learning (DL2) Fasilkom UI mendukung pengembangan media edukasi berbasis teknologi. Kolaborasi ini sangat diperlukan pada situasi sekarang ini mengingat kecanggihan tehnologi sudah begitu melekat pada dunia perempuan usia reproduksi.

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan mempertahankan perilaku sehat dalam merawat organ dan fungsi reproduksi pada populasi perempuan usia reproduksi.

Upaya yang akan dilakukan dengan kegiatan kampanye “love my crown”, yaitu mengkampanyekan sehat reproduksi menggunakan media aplikasi e-learning untuk edukasi yang dapat dipelajari melalui media online pada pelaksanaan Program Ipteks Bagi Masyarakat.

"Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 6 Juli sampai 22 Juli 2020 yang melibatkan 47 remaja perempuan yang berasal dari SMA 38 Jakarta dan remaja perempuan di wilayah Kecamatan Ciracas serta 49 wanita usia subur yang berasal dari Kecamatan Ciracas. Kegiatan ini dilakukan secara online melalui WhatsApp group dan menggunakan platform Zoom saat edukasi kesehatan reproduksi," katanya.

Edukasi kesehatan reproduksi
Edukasi kesehatan reproduksi (Istimewa)

Alpukat Buah Kaya Kandungan Nutrisi, Ini Segudang Manfaat Bagi Kesehatan Tubuh

Benarkah Konsumsi Air Jeruk Nipis Bisa Bikin Kurus? Ini Penjelasan Pakar Nutrisi dan Kesehatan

Kegiatan ini, kata Yati diharapkan dapat menjadi solusi bagi para perempuan usia reproduksi untuk mampu merawat dan memelihara organ dan fungsi reproduksi dan melakukan pencegahan masalah reproduksi dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi di era dirupsi 4.0.

Hasil kegiatan ini antara lain adalah peningkatan pengetahuan dalam merawat organ dan fungsi reproduksi setelah diberikan edukasi dan sosialisasi applikasi pembelajaran “Love My Crown” yang ditunjukkan dengan hasil nilai post test yang lebih baik daripada pre test yang diisi oleh para peserta.

Inti sari dari kuesioner ini adalah mengukur sejauh mana pengetahuan peserta terhadap organ reproduksi wanita, kesehatan menstruasi, kehamilan yang sehat, serta mengenai kanker serviks dan payudara.

"Selain itu, peserta juga telah membagi ilmu yang didapat untuk perempuan-perempuan lainnya yang tinggal di dekat mereka, dengan cara mengajak untuk menginstall applikasi “Love My Crown” serta belajar bersama dari applikasi tersebut mengenai kesehatan reproduksi wanita," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved