Breaking News:

Punya Sejarah Sebagai Bank Koperasi Pertama, Bukopin Harus Dipertahankan

Menurutnya, Bank Bukopin punya sejarah sebagai bank koperasi yang pernah dimiliki Indonesia.

Kontan
Ilustrasi Bank Bukopin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ahli hukum perbankan Yunus Husein menilai pentingnya Bank Bukopin dipertahankan.

Menurutnya, Bank Bukopin punya sejarah sebagai bank koperasi yang pernah dimiliki Indonesia.

Mantan Kepala PPATK ini menuturkan, sejarah Bukopin awalnya berbadan hukum koperasi.

Hingga di tahun 1993 berubah badan hukum menjadi PT dan pemerintah menaruh modal sebesar 20 persen.

“Secara historis dialah (Bukopin) satu-satunya bank koperasi yang pernah ada, sekarang tidak ada lagi, jadi kalau lepas ke asing, sayang bener, karena sejarahnya dia didirikan oleh induk-induk koperasi,” kata Yunus Husein di Jakarta, Kamis (9/7/2020).

“Bukopin seharusnya dipertahankan sebagai aset-aset domestik, sudah terlalu banyak asing, walaupun berbadan hukumnya Indonesia,” tambahnya.

Sementara perihal Technical Assistance BRI kepada Bukopin, dipandang Yunus sebagai langkah positif.

Selain sebagai bank besar yang memiliki keahilan, Yunus menekankan BRI secara tidak langsung telah mengenal karakter Bukopin.

Hal itu lantaran banyak dari sosok yang kini menempati pos-pos di BRI sebelumnya pernah bertugas di Bukopin.

“Dari sudut BRI positif karena dianggap punya expertise, punya pengalaman sehingga membantu perbaikan terhadap Bukopin. Sebagian mereka yang sekarang memegang pos di BRI berasal dari Bukopin,” ucap Yunus.

Pendampingan dilakukan oleh BRI menurut Yunus juga telah sesuai dengan UU No 7 Tahun 92 tentang Perbankan.

“Pasal 37 ayat 1, kalau bank ada permasalahan, otoritas bisa mengambil tindakan-tindakan macam-macam tindakan itu, tidak terbatas, termasuk menunjuk pendamping untuk memperbaiki keadaan,” tukasnya.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved