Anies Terbitkan Izin Reklamasi Ancol

Ribut Reklamasi Ancol: PKS Sebut Itu Revitalisasi, PDI Perjuangan Singgung Janji Kampanye

Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan izin reklamasi Ancol seluas 155 hektare (ha) mendapat kecaman dari banyak pihak.

Penulis: Suharno | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menengok Pulau C Reklamasi Jakarta Utara, Kamis (7/6/2018) 

Dia menambahkan, peduli lingkungan harus menjadi pedoman DKI Jakarta karena kebijakan proyek yang dikeluarkan saat ini tentu akan berdampak pada tahun-tahun mendatang.

“Kita yang tua ini jangan mewariskan kepada anak dan cucu kita kerusakan lingkungan. Faktor lingkungan harus menjadi perhatian utama Pemprov DKI Jakarta, caranya melalui teknologi yang ada,” katanya.

Gembong juga berpesan, kualitas pengembangan perluasan tempat rekreasi di Ancol dan Dufan harus yang terbaik di Asia Tenggara.

"Pengembangannya pun jangan ecek-ecek, kelasnya harus dinaikkan supaya legacy pemerintah daerah sekarang lebih baik."

"Minimal Fraksi PDIP DKI Jakarta mendorong sekurang-kurangnya harus kelasnya terbaik di Asia Tenggara,” ucapnya.

PKS Bantah Bukan Reklamasi Tetapi Revitalisasi

Sementara itu, Achmad Yani, politisi PKS ( Partai Keadilan Sejahtera) mengganggap perluasan daratan kawasan rekreasi Ancol seluas 155 hektar (ha) bukan merupakan proyek reklamasi Ancol.

Dibanding menyebutnya sebagai reklamasi Ancol, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta ini menyebut, perluasan daratan tersebut sebagai upaya revitalisasi kawasan wisata tersebut.

"Saya enggak mengganggap ini reklamasi, tapi lebih tepat dibilang ini revitalisasi," ucapnya, Rabu (8/7/2020).

Secara terang-terangan, politisi senior ini pun mendukung rencana perluasan kawasan rekreasi di utara Jakarta ini.

Bahkan ia berharap, kawasan Ancol bisa menjadi ikon wisata kebanggaan Indonesia dengan wacana pembangunan Masjid Apung dan Museum Nabi di atas lahan reklamasi tersebut.

"Kalau ada Masjid Apung dan Museum Nabi, ini bukan hanya kebanggan warga Jakarta, bahkan Indonesia," ujarnya.

Dengan dibangunannya simbol-simbol keagamaan ini, ia menilai, Ancol bisa menjadi destinasi wisata religi baru.

"Bahkan, nanti bisa dikenal sampai keluar. Tamu-tamunya kami berharap dari luar negeri," tuturnya.

"Orang akan gembira, jadi enggak perlu jauh lagi mesti pergi ke negara lain, cukup ke Ancol saja," sambungnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved