Breaking News:

Benarkah Ingin Buang Air Kecil Terus Menerus Jadi Pertanda Kamu Diabetes?

Diabetes merupakan salah satu jenis penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah dalam tubuh.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Ace Maxs
Diabetes 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Diabetes merupakan salah satu jenis penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah dalam tubuh.

Biasanya, risiko penyakit ini bisa diterjadi pada siapa saja dengan gaya hidup tak sehat atau adanya riwayat penyakit diabetes pada anggota keluarga.

"Kalau orang udah gemuk, pasti lifestylenya jelek. Apalagi ada keturunan (diabetes) kemungkinan kena diabetes lebih besar risikonya," kata Kepala Divisi Metabolik Endokrin Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM , Dante S Harbuwono dalam sesi tanya jawab media bersama Tropicana Slim, Jumat (10/7/2020).

Ia memaparkan ada beberapa gejala yang paling mudah dikenali jika Anda termaksud penderita diabetes.

Diantaranya meliputi gejala klasik dan non klasik.

Pada gejala klasik biasanya penderita diabetes akan sering mengalami rasa lapar dan haus.

Timbul rasa ingin makan atau minum terus menerus, namun disertai dengan penurunan berat badan secara drastis.

"Biasanya penurunan berat badan berlangsung drastis lebih dari 20 persen dalam 3 bulan," tutur dia.

Selain itu, penderita diabetes juga seringkali merasa ingin buang air kecil.

Dilansir dari P2PTM Kemenkes RI, hal ini disebabkan oleh sel-sel dalam tubuh yang tidak dapat menyerap glukosa dengan baik sehingga ginjal mencoba untuk mengeluarkan glukosa sebanyak mungkin.

Peserta Kartu Prakerja Wajib Kembalikan Insentif Bila Ketahuan Tak Sesuai Syarat, Atau Bisa Digugat

Warga Korban Kebakaran di Rawamangun Berharap Bantuan dari Pemprov DKI Jakarta

Akibatnya, penderita jadi lebih sering kencing daripada orang yang normal.

Namun, pada sebagian kasus terjadi gejala non klasik pada penderita diabetes.

Diantaranya seperti pandangan mata kabur, keputihan, disfungsi ereksi, dan merasa lemas.

"Itu untuk gejala non klasik. Pada ibu hamil kenaikan berat badan janinnya meningkat lebih cepat," tutur dr Dante.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved