Breaking News:

Cerita Kawasan Bekas Banjir di Tangerang, Sektor Pangan Mampu Bertahan Secara Mandiri Saat Pandemi

Satu kawasan di Kota Tangerang berhasil bertahan soal ketahanan pangan secara mandiri di tengah pandemi Covid-19.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Demplot Anthurium di Komplek Pondok Arum, Jalan NN RT005/002, Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Jumat (10/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Satu kawasan di Kota Tangerang berhasil bertahan soal ketahanan pangan secara mandiri di tengah pandemi Covid-19.

Padahal, banyak warga yang terdampak pandemi Covid-19 berteriak soal sulitnya mendapatkan pangan dengan kualitas apik.

Sekalipun ada, mereka diberatkan dengan daya beli yang melemah lantaran terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang merajalela di Kota Tangerang.

Beda ceritanya dengan yang terjadi di Komplek Pondok Arum, Jalan NN RT005/002, Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.

Dari pantauan di lokasi, berada di pojokan Komplek Pondok Arum, sebuah Demplot Anthurium terlihat rindang hijau menyejukan mata.

Ternyata, berada di lahan sekira 100 meter persegi, tanah tersebut diperdayakan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) sekitar untuk bercocok tanam berbagai macam sayuran.

Demplot Anthurium di Komplek Pondok Arum, Jalan NN RT005/002, Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Jumat (10/7/2020).
Demplot Anthurium di Komplek Pondok Arum, Jalan NN RT005/002, Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Jumat (10/7/2020). (TribunJakarta.com/Ega Alfreda)

Berdiri sejak tahun 2018, Demplot Anthurium beranggotakan belasan ibu-ibu sekitar untuk bercocok tanam bertahan di tengah pandemi Covid-19.

"Jadi kita memperdayakan potensi lokal untuk bertahan di pandemi ini," ujar Yuliana Darmawan sebagai ketua KWT setempat kepada TribunJakarta.com, Jumat (10/7/2020).

Ia menerangkan, kalau warga sekitar sangat terbantu dengan adanya Demplot tersebut.

Halaman
123
Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved