Breaking News:

Dianggap Membebani APBD, DPRD Minta Formula E Tak Masuk Perubahan RPJMD 2017-2022

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono meminta Pemprov DKI Jakarta tidak memasukkan penyelenggaran Formula E ke dalam perubahan RPJMD.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Chief Championship Officer Formula E Alberto Longo di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (20/9/2019). 

Laporan Watawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono meminta Pemprov DKI Jakarta tidak memasukkan penyelenggaran Formula E ke dalam perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah ( RPJMD) tahun 2017-2022.

Sebab, biaya penyelenggaraan balap mobil listrik bertaraf internasional itu dianggap terlalu membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kegiatan Formula E menggunakan dana APBD yang cukup besar di tengah terjadinya tekanan pada sisi peneriamaan daerah dan potensi terjadinya defisit APBD,” ucapnya, Jumat (10/7/2020).

Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta sendiri memang merosot tajam imbas mewabahnya Covid-19.

Hal ini pula yang menjadi dasar Pemprov DKI berencana merevisi RPJMD Jakarta tahun 2017-2022.

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Dukung Rencana Anies Baswedan Revisi RPJMD Imbas Pandemi Covid-19

Terkait hal ini, politisi Demokrat ini mengusulkan agar program-program baru yang tidak diprioritaskan untuk kepentingan masyarakat tidak dimasukkan dalam perubahan RPJMD.

“Saya mengingatkan agar perubahan RPJMD 2017-2022 tidak diarahkan untuk mengakomodir program-program baru yang tidak tercantung dalam RPJMD sebelumnya,” ujarnya.

Usai Terpilih Lagi Jadi Ketua DPD Golkar, Wakil Wali Kota Tangerang Sebut Anaknya Ditangkap Polisi

Selain itu, ia menilai, penyelenggaraan Formula E terkesan dipaksakan di tengah kondisi perekonomian yang anjlok imbas pandemi Covid-19.

“Dari sisi perencanaan pelaksanaan ajang intenasional tersebut tidak memiliki kajian memadai dan terkeksan terlalu dipaksakan,” kata Mujiyono.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved