Breaking News:

Suami Tikam Istri di Tangerang

UPDATE Kasus Suami Bunuh Istri di Tangerang, Pengacara: Beberapa Ahli Sebut Pelaku Idap Skizofrenia

Edy Gunawan Ong yang saat ini ditahan di Rutan Pemuda, Tangerang, Banten karena mengidap penyakit Skizofrenia.

Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Dari kiri Irawan Arthen, Frans S Girsang dan Ngadiyono kuasa hukum Edy Gunawan Ong di Jakarta, Jumat (10/7/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) hingga berujung pembunuhan yang melibatkan Edy Gunawan Ong, kakek berusia 72 tahun memasuki babak baru.

Berdasarkan keterangan dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr. Soeharto Heerdjan, Jakarta, Edy Gunawan Ong yang saat ini ditahan di Rutan Pemuda, Tangerang, Banten karena mengidap penyakit Skizofrenia.

"Pendapat dari beberapa ahli menyebut Skizofrenia adalah gangguan terbelahnya fungsi psikis seseorang yang menimbulkan gejala rusaknya interaksi antara emosi, pikiran dan perbuatan sehingga mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir, merasakan, dan berperilaku dengan baik," ujar Irawan Arthen, SH., MH., MM, kuasa hukum Edy Gunawan Ong di Jakarta, Jumat (10/7/2020).

Irawan memaparkan, penyebab pasti Skizofrenia tidak diketahui, namun kombinasi genetika, lingkungan, serta struktur dan senyawa kimia pada otak yang berubah mungkin berperan atas terjadinya gangguan.

Skizofrenia ditandai dengan pemikiran atau pengalaman yang nampak tidak berhubungan dengan kenyataan, ucapan atau perilaku yang tidak teratur, dan penurunan partisipasi dalam aktivitas sehari-hari.

"Kesulitan dalam berkonsentrasi dan mengingat. Penanganan biasanya seumur hidup dan sering melibatkan kombinasi obat psikoterapis, dan layanan perawatan khusus terkoordinasi," jelasnya.

Akibat penyakitnya tersebut, sambung Irawan, sejak 11 Maret 2020 Polsek Jatiuwung menitipkan Edy Gunawan Ong di RSJ Dr. Soeharto Heerdjan untuk menjalani pengobatan berkaitan dengan sakit jiwa yang dideritanya.

Sebelumnya Gunawan juga telah diobservasi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati sejak 9 Februari 2020 hingga 10 Maret 2020 dengan hasil agar Gunawan menjalani perawatan di RSJ Dr. Soeharto Heerdjan.

Irawan menyebut, mengutip dari pasal 44 KUHP ayat (1) Barang siapa melakukan perbuatan yang tidak dapat dipertanggungkan kepadanya karena daya akalnya (zijner verstandelijke vermogens) cacat dalam pertumbuhan atau terganggu karena penyakit, Tidak Dipidana.

(2) Jika ternyata perbuatan itu tidak dapat dipertanggungkan kepada pelakunya karena pertumbuhan jiwanya cacat atau terganggu karena penyakit, maka hakim dapat memerintahkan supaya orang itu dimasukkan ke rumah sakit jiwa, paling lama satu tahun sebagai waktu percobaan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved