Suami Tikam Istri di Tangerang

UPDATE Kasus Suami Bunuh Istri di Tangerang, Pengacara: Beberapa Ahli Sebut Pelaku Idap Skizofrenia

Edy Gunawan Ong yang saat ini ditahan di Rutan Pemuda, Tangerang, Banten karena mengidap penyakit Skizofrenia.

Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Dari kiri Irawan Arthen, Frans S Girsang dan Ngadiyono kuasa hukum Edy Gunawan Ong di Jakarta, Jumat (10/7/2020). 

"Jangan membenarkan kebiasaan, tetapi biasakanlah bertindak benar, dan berpikir benar diluar kebiasaan," ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan Frans S. Girsang, kuasa hukum Edy Gunawan Ong.

Menurutnya, malam sebelum kejadian yakni tanggal 8 Februari 2020, Edy Gunawan Ong dan korban (Nur Khayati/istri) punya kebiasaan sebelum tidur minum minuman beralkohol dan obat tidur.

Mengkonsumsi obat tidur dan minuman beralkohol jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus menerus tentunya akan berdampak negatip bagi kesehatan dan akan menimbulkan depresi dan mengakibatkan kerusakan kronis pada saraf.

"Oleh karena itu akhir tahun 2017 Edy Gunawan Ong pernah dilakukan scan otak dan hasilnya terdapat penyumbatan, dan pada bulan Februari tahun 2019 Edy Gunawan Ong pernah berobat ke psikiater pada Rumah Sakit di Tangerang, selanjutnya atas inisiatip sendiri Edy Gunawan Ong berobat ke dokter ahli saraf," ujarnya.

Saat rekonstruksi, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Sugeng Hariyanto mengatakan, pembunuhan yang melibatkan Edy Gunawan Ong terjadi pada 8 Februari 2020 lalu.

Sebelum pembunuhan, Edy dan istrinya minum minuman keras.

Setelah minum minuman keras bersama, korban kemudian memulai percekcokan rumah tangga dengan melemparkan asbak ke arah suaminya.

Tidak hanya sekali melempar asbak, korban juga melempar barang pecah belah gelas ke arah tersangka.

Akibat dari pelemparan tersebut, lanjut Sugeng, tersangka merasa geram dan marah dan langsung mengambil pisau dapur untuk menikam korban.

Saat dilakukan otopsi, korban meninggal akibat luka tusukan sebanyak 43 tusukan di sekujur tubuhnya.

Sugeng mengatakan, belum bisa dipastikan apakah tersangka melakukan pembunuhan lantaran dalam keadaan mabuk atau tidak.

Namun, bisa saja minuman keras tersebut menjadi pemicu terjadinya aksi pembunuhan tersebut.

"Nanti di persidangan saja yang menyimpulkan, ini ada foto minuman yang memicu yang bersangkutan agak sedikit marah dan emosi dan bisa saja jadi pemicu," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved