Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Ahmad Sahroni: Ekonomi Harus Bergerak, Tokoh Masyarakat Wajib Ingatkan Protokol Kesehatan

Ahmad Sahroni meminta tokoh masyarakat ikut berperan mengingatkan warga di lingkungan tempat tinggalnya agar tetap menjaga protokol kesehatan.

Istimewa
Anggota MPR RI Ahmad Sahroni dalam sosialisasi empat pilar Pancasila, Minggu (12/7/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Majelis Permusyarawatan Rakyat (MPR) Ahmad Sahroni, meminta tokoh masyarakat berperan mengingatkan warga di lingkungan tempat tinggalnya agar tetap menjaga protokol kesehatan.

Menurutnya penerapan protokol kesehatan harus dilakukan meski sejumlah kebijakan kelonggaran telah dikeluarkan pemerintah di masa transisi wabah pandemi Covid-19.

“Covid-19 masih akan terus meningkat selama vaksin belum ditemukan, tetapi kita bisa meminimalisir angka kematian. Tokoh masyarakat harus terus mengingatkan warga di lingkungannya untuk tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata Sahroni lewat pesan elektronik, Minggu (12/7/2020).

Sebelumnya di sela-sela sosialisasi empat pilar di kawasan Kebon Bawang, Jakarta Utara, Senin (6/7/2020) lalu, Sahroni menyampaikan dilema dirasakan pemerintah dan masyarakat di tengah pembatasan sosial guna mencegah penularan virus corona atau Covid-19.

Sahroni mengatakan, terbatasnya aktifitas turut melemahkan ekonomi, termasuk banyaknya pengangguran akibat perusahaan tak lagi mampu menanggung beban pengeluaran tanpa adanya pemasukan yang signifikan.

Kendati memaklumi mulainya dilonggarkan kebijakan pembatasan sosial, termasuk mulai dibukanya tempat-tempat wisata, Sahroni kembali mewanti-wanti pentingnya protokol kesehatan.

“Ekonomi tidak bergerak kalau manusia tidak bergerak, tapi tetap protokol kesehatan harus diterapkan, jaga jarak. Kita harus kuat menghadapi Covid-19,” ujar Sahroni.

“Kita juga tidak menjamin pakai masker terhindar dari Covid, tapi minimal menjaga kesehatan dari orang yang sakit,” tambahnya.

Senada, Lurah Kebon Bawang, Willy Hardiana berpesan agar masyarakat tak meremehkan virus Covid-19.

Dirinya mengaku khawatir dengan masyarakat yang mulai cuek dengan protokol kesehatan dan upaya untuk menjaga lingkungan dari penyebaran Covid-19.

Salah satu yang menjadi sorotannya adalah mulai dibukanya kembali portal-portal yang semula sengaja ditutup warga untuk membatasi akses serta menerapkan protokol kesehatan berupa pemakaian disinfektan.

“Jangan menganggap remeh Covid-19. Pemerintah tak bisa menyelesaikan persoalan Covid-19 tanpa dorongan masyarakat,” katanya. (*)

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved