Idul Adha 2020
Pandemi Covid-19, Pedagang Hewan Kurban Pesimis Omzet Tahun Ini Akan Meroket
Mereka meyakini lemahnya ekonomi karena dampak pandemi Covid-19 merembet pada penjualan hewan kurban.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, CENGKARENG - Pandemi Covid-19 membuat pedagang hewan kurban jelang Idul Adha pesimis penjualannya tahun ini akan lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
Mereka meyakini lemahnya ekonomi karena dampak pandemi Covid-19 merembet pada penjualan hewan kurban.
"Kalau turun pasti iya, karena kan jangankan buat kurban, buat makan aja sekarang orang pada susah," kata Tarno (40) yang membuka lapak hewan kurban di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (13/7/2020).
Tarno yang membuka lapak hewan kurbannya sejak tiga hari lalu mengaku belum ada satu pun hewan kurbannya yang terjual.
Di lapaknya, dia baru menjual sapi yang dikirim dari Boyolali, Jawa Tengah. Total ada 25 ekor sapi yang telah didatangkan.
Harganya, mulai dari Rp 20-25 juta tergantung bobotnya.
"Biasanya ramainya emang minimal H-7 Idul Adha. Kalau sekarang kita majang dagangan aja dulu biar orang pada tahu kalau disini ada yang jual hewan kurban," kata dia.
Tarno mengatakan, untuk tahun ini kemungkinan dia tak menjual kambing lantaran khawatir akan kondisi kesehatan kambing yang disebutnya lebih rentan sakit ketimbang sapi.
"Kayaknya tahun ini jual sapi aja deh. Selain untungnya lebih keliatan, kondisi sapi juga lebih kuat daripada kambing," katanya yang mengklaim seluruh hewan kurban yang dijualnya telah lulus pengecekan kesehatan.