Antisipasi Virus Corona di DKI
Politisi PDIP Tantang Anies Tarik Dana Hibah ke Ormas Rp 2,8 Triliun untuk Penanganan Covid-19
Politikus PDIP Gilbert Simanjuntak menantang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menarik dana hibah untuk organisasi masyarakat senilai Rp 2,8 triliun
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Politikus PDIP Gilbert Simanjuntak menantang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menarik dana hibah untuk organisasi masyarakat senilai Rp 2,8 triliun.
Baiknya, dana hibah sebesar itu dialokasikan untuk penanganan Covid-19, di mana Jakarta menjadi episentrum penyebaran penyakit asal Wuhan itu.
Menurut Gilbert, dana hibah Rp 2,8 triliun untuk ratusan lembaga, yayasan, dan organisasi massa (ormas) ini tidak jelas peruntukkannya.
“Bantuan ormas Rp 2,8 triliun itu kan banyak, bisa dia kerjakan, tapi dia tidak kerjakan. Kenapa mesti kasih itu, sudah tahulah kenapa tetap dia kasih itu,” ucap Gilbert, Senin (13/7/2020).
Penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta memang beberapa hari terakhir ini terus meningkat. Bahkan, dua hari terakhir, DKI selalu mencatat rekor baru penambahan pasien Covid-19.
Anies sempat mengancam bakal menyetop Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa tansisi dan kembali memperketat protokol kesehatan jika penyebaran Covid-19 terus meluas.
Bila benar Anies kembali memperketat kesehatan, setidaknya Pemprov DKI membutuhkan dana segar untuk memberikan bantuan sosial kepada warga miskin dan rentan miskin yang terdampak.
Gilbert tak yakin Anies bakal kembali memperkatat PSBB lantaran tak memiliki kas yang cukup untuk memberikan banntuan kepada masyarakat.
“Tidak mungkin (kembali ke PSBB semula), karena dia sendiri tdaik mampu buat anggaran itu betul-betul seperti dulu di zaman Ahok,” ujarnya.
“Zaman Ahok ada transparansi, sekarang enggak ada,” sambungnya.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta ini menilai, meroketnya angka kasus Covid-19 ini tidak terlepas dari peran Anies yang dianggap tak tegas dalam menerapkan protokol kesehatan.
“Anies terlalu banyak cengengesan kalau kita perhatikan, terlalu banyak senyam-senyum dan kurang menunjukkan ketegasan,” kata dia.