Breaking News:

SK PSSI Menggantung, Borneo FC Punya Cara Tersendiri Terapkan Aturan Gaji ke Pemain

Klub Liga 1 2020, Borneo FC mempunyai cara tersendiri dalam menerapkan aturan gaji kepada para pemain, pelatih, dan ofisialnya.

Tangkapan Layar IG Borneo FC
Pelatih baru Borneo FC, Edson Tavares (kiri) bersama Presiden Klub, Nabil Husein (kanan), dalam sesi perkenalan di Stadion Segiri, Samarinda, pada Senin (20/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Klub Liga 1 2020, Borneo FC mempunyai cara tersendiri dalam menerapkan aturan gaji kepada para pemain, pelatih, dan ofisialnya.

PSSI sendiri memang sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) terbaru bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang Kelanjutan Kompetisi Dalam Keadaan Luar Biasa Tahun 2020.

Salah satu poin dalam isi surat tersebut adalah perubahan nilai kontrak Liga 1 dengan kisaran 50 persen.

Sementara itu, tim Liga 2 sebesar 60 persen atau sekurang-kurangnya di atas upah minimum regional (UMR) di daerah klub masing-masing.

SK tersebut dinilai menggantung dan tidak menjelaskan secara detail perihal aturan pemberian gaji dari klub kepada pemain.

Saat dikonfirmasi awak media, Presiden klub Borneo FC, Nabil Husein mengatakan, SK terbaru yang dikeluarkan PSSI membingunkan tim-tim Liga 1.

SK terbaru yang dikeluarkan PSSI akan mulai berlaku dari satu bulan sampai dengan pelaksanaan kompetisi Liga 1 2020.

Untuk menyiasati aturan itu, Nabil mempunyai cara tersendiri dalam menerapkan aturan gaji tersebut.

"Menurut saya tergantung nego dengan pemain dan pelatih. Itu yang disarankan federasi juga menggantung, bahwa yang mana yang harus diikuti, apa 50 persen kontrak atau 50 persen gaji," kata Nabil Husein.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Septiana
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved