Breaking News:

Balita di Depok Dijambret saat Sedang Bermain, Korban Mengalami Luka Memar

Ketika itu, sang anak tengah bermain bersama kerabatnya tak jauh dari tempat korban tinggal.

Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJateng/Google
Ilustrasi Jambret 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Balita korban penjambretan perhiasan di Kampung Lio, Kota Depok mengalami trauma mendalam pasca kalung yang melingkar di lehernya direbut orang tak dikenal saat tengah bermain di area pemukimannya.

Akibat penarikan paksa itu pula, leher bagian belakang korban terdapat luka memar.

Tak hanya itu trauma psikis dialami korban yang hingga kini masih syok bila melihat orang asing terlebih yang mengendarai roda dua.

"Anak saya strauma, setiap lihat motor warna putih dan orang asing dia nanggis," papar ayah korban, Ari, saat ditemui di rumahnya di kawasan Kampunh Lio, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Senin (13/72020).

Ari mengisahkan awal kejadian saat putri kesayangannya itu menjadi korban jambret oleh orang tak dikenal.

Ketika itu, sang anak tengah bermain bersama kerabatnya tak jauh dari tempat korban tinggal.

Korban bermain di daerah tersebut lantaran diajak budenya untuk mencari daun binahong untuk obat.

"Tiba-tiba saja ada orang naik motor Vario putih ngasih uang Rp 2.000 ke anak saya, tujuannya biar bisa mendekati si pelaku,"

Begitu mendekat, pelaku lantas dengan cepat merebut paksa kalung korban hingga meninggalkan luka memar.

Kaget mendapati sang buah hati menjadi korban kriminalitas, Ari menangis histeris hingga menimbulkan warga sekitar lokasi kejadian keluar rumah.

Salah seorang warga pun sempat melakukan pengejaran terhadap pelaku pasca kejadian.

Sayangnya, usaha tersebut tak membuahkan hasil lantaran pelaku menancap gasnya ke jalan raya.

"Pas di lampu merah Arif Rahman Hakim sudah tidak bisa dikejar lagi. Karena terhambat lampu merah," ujarnya.

Bibi korban, Risma memaparkan hal yang sama dengan Ari, bahwa sebelum menjambret kalung korban, pelaku lebih dulu menarik perhatian korban dengan mengiming-imingi uang Rp 2.000.

"Pelaku sempat ngasih duit ke anak yang cowo. Untuk narik perhatian. Dari cerita sempat menolak pemberian pelaku," kata dia.

Risma juga menceritakan bagaimana usaha warga sekitar untuk menangkap pelaku dengan cara mengejar menggunakan sepeda motor juga.

"Pelaku pakai motor ngebut, pas dilihat di CCTV plat nomornya tidak kelihatan," kata Risma.

Yuk Download Lagu MP3 Apa Salah dan Dosaku - Betrand Peto

Ari berharap kejadian ini mendapatkan perhatian serius dari aparat kepolisian agar pelaku dapat segera tertangkap, sehingga kejadian serupa tak terulang kembali dan menjadikan anak-anak sebagai korban kejahatan.

Saat melancarkan aksinya, Ari sempat melihat pelaku dari rekaman CCTV menggunakan masker, sehingga wajah pelaku tak terlihat.

"Saya harap pihak aparat bisa menangkap pelakunya, karena pada saat dikejar pelaku sempat lewat lampu merah Arif Rahman Hakim. Mudah-mudah terekam di CCTV lampu merah sehingga pelaku bisa dilacak,"

"Kami harap kasus ini selesai dan pelakunya ketangkep," tuturnya.

Sebelumnya, video penjambretan perhiasan berupa kalung emas yang dilakukan pengendara sepeda motor terhadap balita viral di sosial media.

Peristiwa terjadi pada Minggu (12/7/2020) siang saat korban tengah bermain di lingkungan dekat rumahnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Balita Korban Penjambretan di Depok Trauma Berat, Kerap Menangis Bila Lihat Orang Asing

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved