Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Di Tengah Penerapan Adaptasi, 5 Pejabat Pemkot Bekasi Positif Covid-19

Di tengah gencarnya upaya adaptasi tatan hidup baru atau new normal, lima penjabat Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Virus Corona 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Di tengah gencarnya upaya adaptasi tatan hidup baru atau new normal, lima penjabat Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dilaporkan positif Covid-19.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi membenarkan hal tersebut, lima penjabat itu bekerja di berbagai kantor kedinasan di lingkungan pemeritahannya.

Kelima pejabat yakni, Kepala Inspektorat Kota Bekasi, dua orang Inspektur pembantu (Irban), satu orang staf ahli bidang pemerintahan, serta dua orang dari UPTD Mustikajaya.

"Ada lima orang, saat ini masih di rawat di RSUD Kota Bekasi," kata Rahmat, Selasa, (14/7/2020).

Rahmat menjelaskan, lima orang pejabat Pemkot Bekasi terpapar Covid-19 dengan kondisi yang bisa disebut orang tanpa gejala.

Secara fisik, mereka tampak sehat lantaran tidak menunjukkan tanda-tanda sakit yang dirasakan seperti misalnya sesak atau batuk.

"Ada yang dikhawatirkan satu orang punya gula, kalau yang nggak ada mereka OTG (orang tanpa gejala), di tiap jam 11 joging (di rumah sakit)," terangnya.

Kabar lima pejabat Pemkot Bekasi yang dinyatakan posotif Covid-19 ini langsung direspon dengan penanganan cepat.

Tim medis juga sudah melakukan pelacakan kontak erat orang-orang yang terakhir kali bertemu dengan pasien positif Covid-19.

"Pasti (tracing), keluarganya, anak-anaknya, lingkunhan (rumah dan tempat kerja)," tegasny Rahmat.

Berdasarkan data situs penanganan Covid-19 Kota Bekasi, corona.bekasikota.go.id, kasus positif aktif hingga hari ini sebanyak 25 orang.

Secara kumulatif, kasus warga Kota Bekasi terkonfirmasi positif Covid-19 hingga hari sebanyak 471 kasus.

Angka itu cenderung meningkat, pada, Minggu, (12/7), angka kasus Covid-19 secara kumulatif diangka 456 kasus.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved