Masuki Era Sekolah Virtual Saat New Normal, Yuk Asah Keterampilan 5C

Ia juga mengatakan sistem sekolah secara virtual hybrid akan diterapkan permanen di Indonesia, dan telah meminta guru dan orang tua untuk beradaptasi.

Editor: Kurniawati Hasjanah
freepik.com
Ilustrasi belajar pakai laptop 

TRIBUNJAKARTA.COM - Saat ini telah memasuki tahun ajaran baru 2020-2021 bagi setiap siswa di Indonesia.

Meski demikian, terdapat beberapa hambatan untuk  menyelaraskan antara kegiatan belajar mengajar dengan pembatasan sosial akibat pandemi Covid-19.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menuturkan, sekolah yang yang berada di zona kuning, oranye, dan merah harus tetap melanjutkan sekolah secara virtual hingga akhir tahun ini.

Tidak hanya itu, Ia juga mengatakan sistem sekolah secara virtual hybrid akan diterapkan permanen di Indonesia, dan telah meminta guru dan orang tua untuk beradaptasi.

TONTON JUGA:

Apa artinya bagi orang tua? Setiap orang tua pastinya menginginkan yang terbaik bagi anaknya dan akan melakukan apapun untuk memastikan hal tersebut.

Saat ini, dengan tersedianya begitu banyak pilihan, mungkin saja orang tua mengalami kesulitan dalam memilih sekolah yang bisa membantu membentuk dan mempersiapkan anak menghadapi tantangan di abad ke-21.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para orang tua untuk memilih sekolah yang tepat.

Sikap Tak Biasa Atta Halilintar Lamar Aurel di Tengah Laut Disorot, Anang Hermansyah Bereaksi: Aneh

Virtual schooling yang mengasah keterampilan 5C

Satu hal yang perlu diingat dan tidak boleh dilupakan adalah pentingnya memadukan keterampilan abad ke-21 dalam pembelajaran yang dipersonalisasi, untuk persiapan karir dan masa depan para siswa.

Dengan masa depan yang serba tidak terduga, bagaimana kita mempersiapkan anak untuk hal tersebut?

“Selain itu, kita perlu memahami pentingnya memposisikan pendidikan sebagai sebuah perjalanan, bukan tujuan, dan inilah alasan mengapa Sampoerna Academy menerapkan metode STEAM (Sains, Teknologi, Teknik, Seni dan Matematika) serta mengasah keterampilan 5C para siswa,” ujar Dr. Mustafa Guvercin, Sampoerna Academy School Director.

Yuk Download Lagu MP3 Apa Salah dan Dosaku - Betrand Peto

Sementara itu, Itje Chodidjah selaku  Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M) menyatakan, pentingnya keterampilan 5C untuk kehidupan di abad-21. 

“Keterampilan ini perlu diterapkan melalui proses pendidikan, oleh sebab itu guru perlu berlatih keterampilan 5C untuk agar mampu mengajar dan memodelkan kepada siswanya,” jelas Itje Chodidjah.

Apa saja keterampilan 5C yang diasah oleh Sampoerna Academy melalui virtual schooling? 

Profil Naya Rivera, Bintang GLEE yang Ditemukan Tewas di Danau Piru, Tidak Ada Indikasi Bunuh Diri

1.  Critical Thinking            

Proses memilah, menganalisis, dan mempertanyakan informasi/konten yang ditemukan di berbagai media, dan kemudian mensintesiskannya ke dalam bentuk yang bernilai bagi setiap individu. Ini memungkinkan siswa untuk memahami konten yang disajikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-harinya.

2. Communication            

Komunikasi adalah keterampilan memberikan informasi dengan jelas, singkat dan bermakna. Ini juga melibatkan pendengaran yang cermat dan mengartikulasikan pemikiran. Komunikasi memiliki berbagai tujuan: memberi informasi, menginstruksikan, memotivasi, dan membujuk.

Wanita Pelempar Al Quran di Makassar Mengaku Gelar Sarjana dan Master: Ternyata Palsu Semua

3. Collaboration                 

Kolaborasi adalah keterampilan dalam memanfaatkan berbagai kepribadian, bakat, dan pengetahuan dengan cara menciptakan hasil yang maksimal. Menciptakan hasil yang bisa memberikan manfaat bagi seluruh komunitas atau kelompok. Karena bekerja secara sinergi, dapat menciptakan hasil nilai yang lebih besar daripada hasil nilai dari seorang individu.

4. Creativity                         

Pada abad ke-21, seorang individu harus mampu menciptakan sesuatu yang baru atau menciptakan sesuatu dengan cara yang baru, dengan memanfaatkan pengetahuan yang telah diperoleh. Tidak hanya berupa seni, tetapi juga beruba berbagai solusi untuk permasalahan dalam situasi di kehidupan nyata.

5. Character                        

Menurut Miller, memahami pentingnya konektivitas manusia di dunia yang dipenuhi dengan teknologi adalah keterampilan yang diperlukan untuk diajarkan kepada anak. Menyoroti pendidikan karakter sebagai C terakhir. Ini mencakup komitmen sekolah untuk membantu anak muda menjadi warga negara yang bertanggung jawab, peduli, dan berkontribusi.

Bagaimana orang tua dapat membantu mengasah keterampilan 5C selama virtual schooling

Menurut psikolog, Jovita Maria Ferliana, M.Psi, “Mengasah keterampilan 5C siswa bukan merupakan tanggung jawab lembaga pendidikan saja, namun orang tua juga sebaiknya turut berperan dalam pendidikan anak mereka, terutama selama virtual schooling.”

Berikut adalah beberapa tip untuk para orang tua dalam mengasah keterampilan 5C pada anak selama virtual schooling:

·      Jangan lupa memberikan waktu istirahat dan mengajak anak meregangkan tubuh agar tetap bugar.

·      Mengajak anak untuk mengutarakan pendapat dan berpartisipasi aktif dalam diskusi dengan memberikan pendapatnya, termasuk menceritakan tantangan yang dihadapi selama virtual schooling.

·      Sekali-sekali, ajak anak untuk memilih permainan baru atau mengubah aturan permainan untuk mengasah kreativitasnya.

·      Sejak usia dini, ajari anak 3 kata emas, yaitu: Tolong, Maaf, dan Terima kasih. Juga jelaskan kepada anak kapan dan mengapa menggunakan ungkapan-ungkapan itu.

·      Luangkan waktu untuk berdiskusi dengan anak tentang topik hangat atau tren terkini. Diskusikan setiap hari selama 30-60 menit bersama anak mengajaknya untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi dan untuk mengetahui tentang apa yang terjadi di sekitar.

·      Berikan kesempatan pada anak untuk berinteraksi dengan teman sekolah diluar jam virtual schooling, misalnya dengan TikTok Sharing, Video Chat, Instagram Live, dst.

·      Pastikan anak berpakaian rapi saat berinteraksi menggunakan video.

·      Orang tua menceritakan pengalaman yang dilalui hari ini dan tanyakan pendapat anak.

·      Tunjukkan pada anak tentang kebaikan, apa artinya dan mengapa kita perlu melakukannya. Selama masa karantina ini, perlihatkan juga kepadanya bahwa kebaikan dapat diberikan/diterima bahkan tanpa pertemuan tatap muka, seperti berbagi kata-kata yang mendorong dan positif kepada teman-teman, membeli makanan tambahan untuk petugas pengiriman makanan, membuat kampanye via media sosial dengan teman sekelas, dll.

·      Jangan memanjakan anak dengan kehidupan yang terlalu mudah. Tunjukkan kepada anak bahwa ketika dia membutuhkan sesuatu, dia perlu berusaha untuk mendapatkannya. Misalnya, ketika ingin meminjam sepak bola saudara laki-lakinya, maka ia harus tahu cara bertanya atau bahkan bernegosiasi dengan saudaranya; atau bagaimana membuat teman sekelas setuju untuk bekerja sama dalam proyek sekolah. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved