Breaking News:

Apakah Ibu Hamil Boleh Melakukan Hubungan Seksual? Ini Penjelasan dr Boyke

Banyak ibu hamil merasa takut untuk melakukan hubungan seksual karena khawatir akan mengalami kontraksi hebat pada kandungannya.

Kompas/NataliaDeriaBina
Ilustrasi Hamil 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Mendapatkan kepuasan seksual, merupakan hak bagi setiap pasangan suami istri.

Meski begitu, banyak ibu hamil merasa takut untuk melakukan hubungan seksual karena khawatir akan mengalami kontraksi hebat pada kandungannya. Benarkah demikian?

Seksolog senior dr Boyke Dian Nugraha mengungkapkan, bahwa wanita hamil boleh melakukan hubungan intim.

Meski akan menyebabkan kontraksi, namun ia menjelaskan bahwa kontraksi tersebut tidak membahayakan.

 Berawal dari Kasus Polisi dan Wartawan Gadungan, Terungkap Ratusan Orangtua Gadaikan KJP Karena Ini

"Yang ditakutkan oleh bumil adalah kalau hubungan seks bisa bikin keguguran. Sebenernya itu gak perlu ditakutkan. Hubungan seks saat wanita orgasme, itu memang akan ada kontraksi tapi kontraksinya gak bikin wanita keguguran," kata dr Boyke dalam siaran instagram bersama @sensitif_id, Rabu (15/7/2020).

Berhubungan intim saat hamil tidak akan mempengaruhi kondisi janin atau menyebabkan bayi menjadi prematur.

Dengan begitu, hubungan seks tetap bisa dilakukan asalkan memperhatikan beberapa hal.

Diantaranya adalah usia kandungan, serta ada atau tidaknya indikasi khusus pada kandungan.

Seperti pendarahan, keputihan, atau rasa mulas yang berlebihan.

"Katakan sampai hamil 12 minggu, selama gak pendarahan, gak keputihan, dan wanitanya enjoy gak muntah-muntah gapapa. Tapi kalau USG nya ari-arinya di bawah, ada pendarahan, ada riwayat mules-mules, baru seks itu kita tunggu. Bukan gaboleh," imbuhnya.

 Tak Tega Anak Kelaparan, Sutrisna Terpaksa Gadaikan Kartu Jakarta Pintar

Ia pun menyarankan agar ibu hamil bisa melakukan pengecekan berkala ke dokter.

Jika berbagai indikasi tersebut dialami, maka sebaiknya hubungan seksual ditunda hingga usia kandungan mencapai 18 minggu.

"Kenapa? Karena pada saat usia 18 minggu ari-arinya sudah kebentuk dan kandungan sudah kuat, udah nempel bayinya dengan kuat. Tapi kalau ibunya sehat-sehat aja, gak ada muntah, pendarahan, dan dia enjoy, lakukanlah hubungan seks sebagai tanda kasih," tuturnya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved