Diduga Akibat Korsleting, Panti Asuhan Pondok Taruna Orphanage di Cipayung Terbakar

Kasi Ops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan kebakaran dipicu korsleting.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA/Dokumentasi Sudin PKP Jakarta Timur
Personel Sudin PKP Jakarta Timur saat proses pemadaman api di Panti Asuhan Pondok Taruna Orphanage, Cipayung, Rabu (15/7/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Panti Asuhan Pondok Taruna Orphanage, di Jalan Tugu, Kelurahan/Kecamatan Cipayung terbakar pada Rabu (15/7/2020) sekira pukul 14.31 WIB.

Kasi Ops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan kebakaran dipicu korsleting.

"Api berasal dari ruang bagian tengah panti asuhan. Objek yang terbakar gudang, bagian asrama, serta kantor pengurus," kata Gatot di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (15/7/2020).

Sebanyak 11 unit mobil pompa berikut 44 personel Sudin PKP Jakarta Timur dikerahkan ke lokasi guna memadamkan api.

Banyaknya jumlah unit yang dikerahkan guna mencegah perambatan si jago merah melahap seluruh bagian panti asuhan.

"Kita mulai pemadaman pukul 14.40 WIB, selesai pukul 15.19 WIB. Alhamdulillah enggak ada korban, anggota yang bertugas juga selamat," ujarnya.

Gatot menuturkan kerugian materil akibat kebakaran pada ruang seluas 96 meter persegi panti asuhan mencapai sekitar Rp 240 juta.

Warga diimbau berhati-hati terhadap ancaman kebakaran korsleting karena masih jadi penyebab kebakaran nomor satu di Jakarta Timur.

"Sejak Januari hingga pertengahan Juli 2020 tercatat jumlah kasus kebakaran di Jakarta Timur mencapai 165 kasus. Kasus tertitinggi disebabkan oleh korsleting," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved