Breaking News:

Jakarta Terapkan PSBB Transisi

Kasus Covid-19 Kembali Meroket, Politisi Golkar Minta Anies Ambil Kebijakan Rem Darurat

politisi Golkar Basri Baco meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengambil kebijakan rem darurat.

TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Anggota DPRD DKI Fraksi Golkar Basri Baco saat ditemui di kantornya Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Menjelang berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi, politisi Golkar Basri Baco meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengambil kebijakan rem darurat.

Pasalnya, kasus penyebaran Covid-19 di ibu kota beberapa akhir terakhir justru makin meroket.

Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari semakin berkurangnya kesadaran masyarakat terkait bahaya pandemi Covid-19 ini.

“Gubernur enggak punya pilihan, kalau masyarakat makin bandel, makin tidak peduli. Karena yng saya lihat ketakutan masyarakat sudah tidak ada, beda dengan masa awal-awal,” ucapnya, Rabu (15/7/2020).

Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI ini mengatakan, langkah ini harus berani diambil Anies untuk melindungi masyarakat dari penyakit yang disebabkan oleh virus corona (SARS-CoV-2) ini.

“Kalau rem darurat ini kita ambil, maka semua akan rugi, tapi ini harus kita ambil demi menyelamatkan warga  Jakarta,” ujarnya saat dihubungi.

Bila langkah ini diambil Anies, maka pengetatan akan kembali dilakukan seperti di awal pelaksanaan PSBB pada awal April lalu.

“Demi menyelamatkan Jakarta, kita bisa balik ke tahap pertama atau bisa lckdown sementara waktu, dua minggu atau sampai satu bulan,” kata Basri Baco.

PSBB masa transisi sendiri bakal rampung pada 16 Juli 2020 atau Kamis besok.

Sampai saat ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun belum memberikan sinyal apakah akan memperpanjang ataukah mengakhiri PSBB masa transisi ini.

Namun, apaun keputusan yang nanti diambil oleh Anies, Basri Baco meminta masyarakat untuk selalu mentaati protokol kesehatan demi kesemalatn diri sendiri dan orang lain.

Selain itu, Basri juga meminta Anies dan jajarannya untuk tegas dalam melakukan pengawasan protokol kesehatan, khususnya di pusat-pusat keramaian.

“Fokusnya bukan pada PSBB diperpanjang atau tidak, kalau memang tidak ada kontrol, tidak ada pengawasan yang ketat, edukasi lemah, dan orang lebih urusin ekonomi ya pasti naik lagi,” tuturnya.

“Kita msudah mau mencapai 100 ribu kasus (di tingkat nasional), sudah masuk 6 besar dunia, jadi itu penting sekali,” sambungnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved