Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Depok

Peraturan Jam Kerja Menpan RB Belum Berlaku di Depok

Kemenpan RB mengeluarkan surat edaran terkait pengaturan dan pembagian shift kerja di wilayah Jabodetabek selama masa adaptasi kebiasaan baru.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Kondisi Jalan Raya Margonda, Pancoran Mas, Kota Depok, pada awal pekan kedua pelaksanaan PSBB, Rabu (22/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) mengeluarkan surat edaran terkait pengaturan dan pembagian shift kerja di wilayah Jabodetabek selama masa adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19 ini.

Menteri PAN-RB, Tjahjo Kumolo, mengatakan, tujuan pengaturan ini adalah untuk mengurangi penumpukan penumpang pada suatu waktu, agar kebijakan physical distancing tetap bisa dijalankan.

Namun demikian, peraturan dan pembagian shift kerja ini tidak berlaku di Kota Depok, Jawa Barat.

Dikonfirmasi hal tersebut, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, mengatakan bahwa peraturan ini belum  diterapkan di Kota Depok, lantaran tidak ada penumpukan penumpang pada angkutan umum.

“Untuk di Depok belum melaksanakan karena pergerakan pegawai dengan angkutan umum tidak terjadi penumpukan,” ujar Dadang dikonfirmasi hal tersebut, Rabu (15/7/2020).

Kasus Covid-19 Kembali Meroket, Politisi Golkar Minta Anies Ambil Kebijakan Rem Darurat

Korban Meninggal Positif Covid-19 Dapat Santunan Rp 15 Juta, Ini Syarat yang Harus Dilengkapi

Namun demikian, Dadang berujar peraturan tersebut diperlukan bagi para pegawai yang bekerja di Jakarta.

“Untuk pegawai yang bekerja di Jakarta sangat diperlukan, karena untuk hindari antrian di angkutan umum seperti KRL. Kebijakan ini sangat tepat, Kemenpan RB merespon kebutuhan dalam mengatur pergerakan orang,” jelasnya.

Terakhir, Dadang berujar bahwa kondisi pergerakan pegawai di Kota Depok masih normal.

“Di Depok masih normal karena yang terjadi penumpukan yang bekerja ke Jakarta,” pungkasnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved