Breaking News:

Persija Jakarta

Pernah Jadi Cadangan Mati, Andritany Ceritakan Proses Panjang Jadi Kiper Utama Persija dan Timnas

Andritany harus melewati serangkaian proses panjang untuk bisa menjadi andalan bermain di tim utama.

Penulis: Wahyu Septiana | Editor: Wahyu Aji
Istimewa/Dok Apparel Juara
Kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa menggunakan jersey edisi spesial HUT DKI Jakarta ke-493 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Perjuangan Andritany Ardhiyasa untuk menjadi penjaga gawang nomor satu di Persija Jakarta dan Timnas Indonesia tidak mudah.

Andritany harus melewati serangkaian proses panjang untuk bisa menjadi andalan bermain di tim utama.

Perjalanan Andritay dimulai dari memperkuat tim Sriwijaya FC pada musim kompetisi 2009-2010.

Di skuat Laskar Wong Kito, penjaga gawang yang akrab disapa bagol itu tidak langsung menjadi pilihan utama.

Andritany harus menjadi pelapis penjaga gawang Ferry Rotinsulu dan Dede Sulaeman di Sriwijaya FC.

Selama dua musim berada di Sriwijaya FC, Andritany hanya mendapatkan sekali kesempatan bermain di tim utama.

Kesempatan itu didapatkan Andritany pada saat berhadapan dengan Persik Kediri pada bulan Februari 2010.

Setelah tidak mendapatkan banyak kepercayaan bermain, penjaga gawang berusia 28 tahun itu memutuskan membela tim asal tanah kelahirannya Persija Jakarta.

Saat bergabung dengan Persija, Andritany tidak langsung mendapatkan kesempatan bermain di tim utama.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved