Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

SIKM Tak Lagi Jadi Syarat Keberangkatan Penumpang Bus AKAP di Terminal Pulo Gebang Jakarta Timur

Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengganti syarat keberangkatan penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Terpadu Pulo Gebang.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Unit bus AKAP terbatas yang ditunjuk melayani keberangkatan penumpang terbatas di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (12/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengganti syarat keberangkatan penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Terpadu Pulo Gebang.

Bila sebelumnya penumpang harus mengantongi Surat Izin Keluar Masuk ( SIKM), kini persyaratan diganti aplikasi tes corona likelihood metric (CLM).

"Sejak Selasa (14/7/2020) sudah diganti pakai CLM. Kita sudah tidak pakai lagi SIKM," kata Kepala Terminal Terpadu Pulo Gebang, Bernard Pasaribu saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Kamis (16/7/2020).

Petugas Terminal Terpadu Pulo Gebang bakal membantu calon penumpang mengisi CLM sesuai kondisi kesehatan yang mereka rasakan.

Jadi Tersangka, Pengendara Honda HRV yang Tabrak 3 Pemotor di Jalan DI Panjaitan Tak Ditahan

Hanya penumpang yang hasil pengisian CLM dinyatakan sehat boleh pergi, hal ini juga berlaku bagi warga yang hendak menuju Jakarta.

CLM yang diisi lewat aplikasi Jakarta Terkini (JAKI) diharap membantu penumpang yang sebelumnya kesulitan mendapat SIKM.

"Aplikasi ini memang baru diterapkan, tapi kita ada petugas pendamping yang siap membantu proses pengajuan CLM," ujarnya.

Pasalnya SIKM yang diurus lewat pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) mewajibkan penumpang lebih dulu mengikuti rapid test atau swab.

Aksi Dua Wanita Komplotan Pencopet di Pasar Swalayan Kelapa Gading Jakarta Utara Terekam CCTV

Bila hasil rapid test-nya non reaktif atau uji spesimen swab-nya negatif diperbolehkan berpergian, sementara yang reaktif atau positif tidak.

SIKM dianggap merepotkan karena selain proses pembuatan butuh waktu, butuh biaya untuk mengikuti rapid test dan swab deteksi Covid-19.

Seorang Ibu Lahiran Anaknya di Toilet, Kepala Masih Tertinggal di Rahim, Polisi: Sang Ibu Panik

"Nantinya di akhir survei akan keluar rekomendasi apakah pemohon perlu swab test atau aman untuk berkendara bus umum," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved