Breaking News:

Empat Ribu Lebih Kursi SD Negeri di Kota Bekasi Kosong

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat sekolah dasar (SD) menyisakan sedikitnya 4.042 kursi kosong.

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Kepala Disdik Kota Bekasi Inayatullah di SMPN 1 Kota Bekasi, Selasa, (17/3/2020) lalu. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Dasar (SD) menyisakan sedikitnya 4.042 kursi kosong.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi Inayatullah, Jumat, (17/7/2020).

"Daya tampung SD Negeri di Kota Bekasi 17.782 kursi, tapi dari jumlah itu hanya terisi 13.740 kursi," kata pria yang akrab disapa Inay.

Terdapat beberapa faktor yang menyebab daya tampung SD Negeri di Kota Bekasi, mengalami kekosongan siswa.

Pertama kata dia, menurunnya tingkat kesuburan yang menyebabkan anak usia sekolah dasar berkurang di satu wilayah.

Kedua lanjut dia, terdapat sejumlah peserta didik memilih menyekolahkan anaknya di luar Kota Bekasi.

"Daerah-daerah tertentu anak usia SD-nya berkurang, ada juga yang keluar kota itu angkanya sekitar 3 persen," terang dia.

Mayat Pria Ditemukan di Kali Mookervart, Posisinya Seperti Sedang Kendarai Motor

Detik-detik Jenazah Komedian Omas Dimakamkan di Depok, Dua Anaknya Turun Peluk Sang Ibu

Kursi kosong di tingkat SD ini juga banyak ditemukan di daerah-daerah dekat perbatasan Kota Bekasi.

"Rata-rata kursi kosong ada di SD dekat perbatasan dan mayoritas juga merupakan siswa dari jalur perpindahan orangtua," tegas dia.

Inay menambahkan, kekosongan kursi ini bukan merupakan masalah. Sebab, beberapa tahun ke belakang pihaknya juga sudah melakukan marger sekolah tingkat SD.

Hal ini juga berkaitan dengan menurunnya siswa usia SD di suatua wilayah dan menggantinya dengan unit sekolah baru tingkat SMP.

"Pendaftaran semua sudah kita setop, tidak ada lagi proses penerimaan peserta didik baru, tidak ada istilah jual bangku untuk kuota tersisa," tegasnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved