Breaking News:

Food Story

Asal Muasal Warung Soto Legendaris Haji Bang Karto di Tanah Abang

Warung Soto Haji Bang Karto tak lekang masa karena menjaga warisan rasa secara turun temurun.

TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Seporsi soto padang haji Bang Karto di Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Minggu (19/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Warung Soto Haji Bang Karto tak lekang masa karena menjaga warisan rasa secara turun temurun.

Berdiri pertama kali di Bukit Tinggi sejak 1948, Pelanggan tetap setia menyantap soto Haji Bang Karto sampai sekarang.

Selain rasa sotonya pas di lidah, juga pembangkit nostalgia para perantau akan tanah minang nun jauh di mato.

Suasana warung soto Haji Bang Karto di Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Minggu (19/7/2020)
Suasana warung soto Haji Bang Karto di Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Minggu (19/7/2020) (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Suasana warung soto Haji Bang Karto di waktu makan siang saat itu tampak ramai meski tak seramai biasanya.

Bila tidak dilanda pandemi Covid-19, barangkali Fadli Sunarto (35), generasi ketiga penerus usaha tersebut, tidak bisa melayani wawancara dengan saya saking ramainya.

Berhubung situasinya berbeda, ia bersedia berbincang di tengah waktu makan siang karena ia tak perlu turun tangan menangani banyaknya pembeli.

Fadli mengisahkan warung Soto Haji Bang Karto pertama kali berdiri di Bukit Tinggi, Sumatera Barat pada tahun 1948.

Awal mula merintis usaha soto, kala Karto, kakek Fadli, merantau ikut urbanisasi dari kampungnya di Solo, Jawa Tengah, menuju Bukit Tinggi. Tahun keberangkatan, Fadli tidak ingat pasti.

Di tanah rantau, Karto, yang saat itu masih belasan tahun, bekerja di rumah makan soto milik Haji Minah.

Halaman
1234
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved