Breaking News:

Kolaborasikan Aplikasi UKM Agar Tumbuh di Masa New Normal

Dari sekitar 60 juta pelaku UKM di Indonesia, hanya 8 juta di antaranya yang telah menggunakan platform digital dalam mengoperasikan usahanya

TribunJakarta/Bima Putra
Abul Hasimi Lubis (47) dan Masroh Nasution (44) di kios sayur milik mereka, Sukmajaya, Depok, Selasa (22/1/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM - UKM disebut berkontribusi terhadap lebih dari 60% PDB Indonesia. Namun, sama halnya dengan industri lain, pandemi COVID-19 ini memberikan dampak tersendiri bagi para pelaku UKM di Indonesia.

 Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Indonesia dalam situs resminya mengatakan, penjualan online justru mengalami peningkatan. Hal ini menjadi bukti bahwa sudah saatnya para pelaku UKM untuk lebih bisa memaksimalkan dan memanfaatkan kecanggihan teknologi dan digital untuk lebih menggaet pasar.

Hingga saat ini, dari sekitar 60 juta pelaku UKM di Indonesia, hanya 8 juta di antaranya yang telah menggunakan platform digital dalam mengoperasikan usahanya, sebagaimana dilansir dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia.

Joey Lim, Commercial Lead of Asia Pacific for Lark mengatakan pada umumnya, ketika masa sulit seperti sekarang ini, UKM menghadapi berbagai tantangan seperti ketidakstabilan ekonomi yang berdampak pada ketidakmampuan untuk mengelola pendapatan dan biaya operasional usaha.

Curiga Tak Ada Jawaban, Rombongan yang Ingin Menjeguk Malah Temukan Jasad Temannya Telah Membusuk

FOLLOW JUGA:

“Oleh sebab itu, beradaptasi dengan cara kerja jarak jauh – disrupsi alur kerja, manajemen waktu yang tidak dapat dikelola dengan baik, manajemen penyimpanan data dan sentralisasi, cara kerja yang terfragmentasi, serta penyesuaian dari jenis usaha offline menjadi online,” kata Joey Lim melalui siaran persnya pada Senin (20/7).

Sementara, Weefer startup pelopor solusi IT di Indonesia menggunakan Lark untuk membantu mereka mencapai produktivitas yang optimal.
Seluruh tim di Weefer mengakui efisiensi kerja yang lebih besar tanpa perlu menggunakan bermacam-macam solusi atau aplikasi – sehingga menghemat waktu dan biaya.

“Kami sebelumnya menggunakan semua jenis metode lama, tetapi dengan Lark, ketika kami menggunakan sesuatu yang memberi kami pengalaman hebat, itu membuat kami ingin terus menggunakan platform ini,” ujar Robert Liandro, CEO Weefer.

Teknologi dirancang untuk membuat hidup lebih mudah dan membantu menyelesaikan pekerjaan lebih cepat.

Maka dari itu, perangkat seperti Lark menghadirkan platform mumpuni bagi berbagai pelaku usaha untuk mewujudkan operasional usaha yang lebih mudah dan cepat ketika saat ini semakin banyak usaha yang beroperasi dan berinteraksi secara online.

Memilih perangkat yang tepat dapat menjadi strategi yang bagus untuk memaksimalkan efisiensi bisnis.

“Di Lark, kami percaya bahwa kolaborasi tim harus dapat dilakukan secara mudah dan menyenangkan. Tidak perlu lagi beralih aplikasi, login berulang kali, maupun sambungan yang terputus. Lark menghadirkan semua kemudahan untuk membantu Anda memaksimalkan efisiensi usaha Anda,” jelas Joey Lim.

Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved