Breaking News:

Kelabui Petugas, Bapak yang Tega Setubuhi Putri Kandungnya Ini Palsukan Identitas 

S akhirnya berhasil diamankan dari hari ini dari tempat persembunyiannya di kawasan Sukmajaya, Kota Depok

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Kartu identitas palsu yang diamankan dari tangan pelaku. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Polisi berhasil meringkus bapak di Kota Depok berinisial S (59) yang nekat menyetubuhi dua putri kandungnya sendiri yang masih anak di bawah umur.

Berkat kerja keras, S akhirnya berhasil diamankan dari hari ini dari tempat persembunyiannya di kawasan Sukmajaya, Kota Depok.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah, menuturkan, kasus ini telah dilaporkan oleh istri korban pada Oktober 2019 silam.

Namun, pelaku yang pernah diamankan dan dipenjara atas kasus serupa ini telah mengetahui bahwa dirinya dilaporkan, dan melarikan diri dari kejaran polisi.

“Peristiwa ini terjadi pada tanggal 4 Oktober 2019, pelaku ini cukup licin ya dan terus melarikan diri,” kata Azis saat memimpin ungkap kasusnya di Mapolrestro Depok, Pancoran Mas, Selasa (21/7/2020).

Bahkan, guna mengelabui petugas, pelaku juga membuat kartu identitas penduduk (KTP) palsu.

“Pelaku juga berganti-ganti identitas ketika akan kita tangkap. Kami sempat menemukan beberapa identitas di beberapa lokasi, ada yang asli ada yang dipalsukan, dan akhirnya kami bisa melacak yang bersangkutan di sekitar GDC Depok,” bebernya.

Namun bak pepatah sepandai-pandainya tupai melompat sekali waktu jatuh juga, keberadaannya pun berhasil diketahui dan langsung diringkus saat itu juga.

2 Brimob Dianiaya di Medan: Anggota DPRD Sumut dan 7 Orang Jadi Tersangka, Kapolda Beri Pesan

Pecah Rekor Lagi! Pasien Covid-19 Bertambah 441 Orang, Paling Banyak di Jakarta Barat

Perubahan NF Remaja 15 Tahun yang Menjadi Korban Perkosaan hingga Pelaku Pembunuhan

Terakhir, Azis berujar pelaku terancam dijerat Pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014, tentang perlindungan anak.

“Saat ini pelaku sudah ditangkap dan yang bersangkutan kami sangkakan dengan Pasal 81 Undang-Undang Perlindungan Anak dimana yang bersangkutan telah melakukan pencabulan atau persetubuhan kepada anak kandungnya sendiri yang baru berumur 10 tahun beberapa kali dan yang bersangkutan atas pasal itu, ancaman hukumannya lima sampai 15 tahun,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved