Breaking News:

Terapis Geruduk Balai Kota

Pakar Epidemiologi Minta Pelaku Tempat Hiburan Malam Tak Ngotot Beroperasi

Pakar epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia Pandu Riono bereaksi aksi demo yang digelar para pemandu karaoke.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Massa aksi dari Griya Pijat dan pemandu karaoke berunjuk rasa di depan gedung Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/7/2020) pagi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pakar epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia Pandu Riono bereaksi terkait aksi demo yang digelar para pemandu karaoke dan pekerja tempat hiburan malam di depan Balai Kota DKI Jakarta.

Ia pun meminta pelaku tempat hiburan malam ini untuk tidak memaksa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka usaha mereka.

"Belum waktunya dibuka, memang kan ditunda karena masih meningkat angka Covid-19," ucapnya, Selasa (21/7/2020).

Terlebih penyeraban Covid-19 di DKI sendiri saat ini tengah mengalami tren peningkatan.

Positivity rate atau persentase temuan kasus dari hasil test Covid-19 pada pekan ini masih mencapai 5,6 persen.

Cerita Valen, Single Parent Lulusan S1 yang Hidupi Tiga Anak Dari Hasil Juru Parkir

Angka ini tentunya masih berada di atas ambang batas aman yang telah ditentukan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO), yaitu di bawah angka 5 persen.

"Untuk data terbarunya belum saya dapat laporannya," ujarnya saat dikonformasi.

Dibandingkan menggelar aksi demo, ia pun menyarankan pelaku tempat hiburan malam untuk berdiskusi dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf).

"Seharusnya bukan demonstransi, asosiasi itu harusnya datang ke dinas untuk mempersiapkan (protokol) agar dibuka," kata Pandu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved