Virus Corona di Indonesia
Awal Mula Penularan Covid-19 Pejabat Pemkot Bekasi Terjadi Melalui Interaksi Keluarga
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebutkan, penularan belasan pejabat di pemerintahannya terjadi akibat interaksi keluarga
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Di masa adaptasi pandemi Covid-19, terdapat belas pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi (Pemkot) yang dinyatakan positif virus corona baru.
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebutkan, penularan belasan pejabat di pemerintahannya terjadi akibat interaksi keluarga dan kontak erat di lingkungan kerja.
Dia mencontohkan, kasus seorang Staff Pemerintahan yang positif usai rutin melakukan interaksi dengan dua orang staf Tata Pemerintahan serta Inspektur Kota Bekasi yang lebih dulu dinyatakan positif.
"Penularannya itu, diduga yang di inspektorat itu diduga istrinya pulang dari Makasar, terus ada yang dari Surabaya, terus ada yang pertemuan-pertemuan deket begini," kata Rahmat, Rabu, (22/7/2020).
Dia menjelaskan, penularan Covid-19 yang masih terjadi di lingkungan pejabat Kota Bekasi ini disinyalir kiriman dari luar daerah.
Beberapa dideteksi, anggota keluarga dari pejabat yang dinyatakan positif baru tiba dari Makassar serta Jawa Timur.
"Kaya yang di Irban di Inspektorat Kota Bekasi, ternyata istrinya baru datang dari Makassar, makanya bapak bilang ada kluster Surabaya, Malang, itukan pada karena transmisinya," terangnya.
Sedikitnya, terdapat 13 orang pejabat di lingkungan Pemkot Bekasi yang dinyatakan positif Covid-19.
Mereka diantaranya, Kepala Inspektur Kota Bekasi, satu orang Inspektur Pembantu (Irban), pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) satu orang, tiga orang pejabat Tata Pemerintahan (Tapem).
• Belasan Pejabat Pemkot Bekasi Positif Covid-19: Dua Diantaranya Meninggal Dunia
• Shin Tae-yong Akan Bawa 30 Pemain Jalani Pemusatan Latihan di Korea Selatan
Lalu, satu orang pejabat Staf Pemerintahan, Kabid Anggaran BPKAD, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta satu orang stafnya.
Selanjutnya Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan terakhir, dua orang pejabat yang bertugas di UPTD Mustikajaya.
"Kantornya tidak kita tutup, tapi kita langsung lakukan tracing ke rekan kerjanya dan keluarganya lingkungan juga kita langsung steril," ucap Rahmat.
Pejabat Pemkot Bekasi yang dinyataan positif beberapa masih menjalani perawatan di RSUD Chasbullah Adulmadjid Kota Bekasi.
"Kondisinya ada baik tapi tetap harus menjalani isolasi," terangnya.