Breaking News:

Pilkada Kota Tangsel

Muhamad Klaim Jargon Tangsel Untuk Semua, PSI: Itu Miliknya Pak Azmi

PSI menjelaskan bahwa jargon tersebut dibuat oleh Azmi Abubakar, saat masih menjadi pasangan Muhamad

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Erik Sinaga
Facebook Rekan Azmi Abubakar
Facebook Rekan Azmi Abubakar) Foto Azmi Abubakar, diunduh dari Facebook Rekan Azmi Abubakar pada Rabu (22/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Jargon menjadi sesuatu yang penting dalam hal Pilkada, beberapa kata yang terus diucapkan berulang-ulang menjadi identitas tidak terpisahkan dari si calon wali kota dan calon wakil wali kota. 

Di Pilkada Tangsel, para calon wali kota sudah memiliki jargonnya masing-masing yang dapat terbaca di pamflet dan spanduk yang mereka pasang. 

Benyamin Davnie percaya diri dengan jargon: Rumah dan Kota Kita.

Siti Nur Azizah menggunakan jargon berupa akronim Permata Tangsel (Pemerataan Kemajuan dan Kesejahteraan Tangsel).

Sedangkan Muhamad, calon wali kota yang baru mendapat rekomendasi Gerindra dan PDIP mengusung jargon 'Tangsel Untuk Semua'.

Jargon tersebut digunakan Muhamad sejak diusung oleh PSI berpasangan dengan Azmi Abubakar.

Pasangan Muhamad-Azmi pun bubar seiring deklarasi Gerindra dan PDIP yang memasangkan Muhamad dengan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.

PSI menarik diri dan membatalkan dukungannya kepada Muhamad.

Walau demikian, Muhamad tetap menggunakan jargon 'Tangsel Untuk Semua' dan mengklaim bahwa rangkaian tiga kata itu miliknya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved