Idul Adha 2020

Waspada Penyebaran Covid-19, Kecamatan Ciracas Mulai Petakan Lokasi Pemotongan Hewan Kurban

Camat Ciracas Mamad mengatakan lokasi yang diperbolehkan jadi tempat pemotongan untuk Idul Adha 1441 Hijriah tak boleh di zona merah.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
ILUSTRASI Proses pemotongan hewan kurban di Mapolres Tangsel, Rabu (22/8 /2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Ciracas mulai mengidentifikasi lokasi pemotongan hewan kurban.

Camat Ciracas Mamad mengatakan lokasi yang diperbolehkan jadi tempat pemotongan untuk Idul Adha 1441 Hijriah tak boleh di zona merah Covid-19.

"Panitia pemotongan hewan kurban mengajukan lokasi. Nanti dilihat ada kasus aktif (Covid-19) atau tidak di situ," kata Mamad saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Rabu (22/7/2020).

Sebagaimana pembatasan sosial berskala lokal (PKBL), pemetaan zona merah lokasi pemotongan meliputi wilayah satu RW.

Pemetaan lokasi pemotongan hewan kurban mengacu penyelidikan epidemiologi yang dilakukan Puskesmas Kecamatan Ciracas.

"Sekarang masih proses identifikasi lokasi pemotongan di RW mana yang masuk zona merah. Kita lagi monitor ke wilayah dengan mengacu data Puskesmas," ujarnya.

Mamad menuturkan larangan pemotongan hewan kurban di zona merah berdasar Intruksi Gubenur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 43 tahun 2020.

Dalam Ingub tersebut juga diatur bahwa jumlah orang yang hadir dalam pemotongan dibatasi, hanya segelintir panitia boleh.

Tujuannya mencegah kerumunan warga yang memicu penularan Covid-19 meluas, mengingat DKI Jakarta urung bebas dari pandemi.

"Pemotongan hewan kurban dilaksanakan mengikuti ketentuan syariat Islam dan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dalam pemotongan hewan kurban," demikian isi satu poin dalam Ingub.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved